5 Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ternyata Lulusan Luar Negeri Loh!

5 Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ternyata Lulusan Luar Negeri Loh!

Resmi dilantik oleh presiden Joko Widodo, terdapat sekitar 18 dari 38 menteri yang ternyata lulusan institusi luar negeri loh. Memiliki latar belakang yang berbeda – beda, tokoh – tokoh ini diharapkan dapat membawa Indonesia kearah yang lebih baik. Artikel ini akan membahas mengenai 5 Menteri Kabinet Indonesia Maju yang berasal dari lulusan luar negeri.

Yuk mengenal tokoh politik Indonesia

Indonesia merupakan negara yang hebat, besar dan makmur. Ternyata banyak negara – negara lain yang belajar dari Indonesia dari segi positif. Hingga kini banyak tokoh politik Indonesia terkenal di mata dunia. Bukan hanya satu atau dua tokoh politik yang terkenal mungkin puluhan tokoh politik sejak zaman sebelum kemerdekaan dan sesudah kemerdekaan yang disegani di dunia. 

Menjadi tokoh politik pun bisa berawal dari profesi dan pendidikan apa saja. Banyak sekali deretan politikus Indonesia yang awalnya berkecimpung di dunia bisnis, fashion dan lain sebagainya, keren ya! Nah berikut 5 menteri Indonesia di “ Kabinet Indonesia Maju” Jokowi yang merupakan lulusan dari universitas luar negeri.

5 Menteri “Kabinet Indonesia Maju” lulusan universitas luar negeri

  1. Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Nadiem Makarim diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Berikut riwayat singkat pendidikan Nadiem Makarim.

  • S1: Hubungan Internasional Brown University, Amerika Serikat (AS)
  • S2: Master of Business Administration Harvard Business School, Amerika Serikat (AS)

   

     2. Erick Thohir, Menteri BUMN

Pengusaha nasional dan konglomerat pemilik Mahaka Group, Erick Thohir dipercaya menjadi menteri BUMN dalam kabinet Indonesia Maju. Lebih banyak dikenal sebagai pengusaha, bisnisnya meliputi keuangan, olahraga, hiburan hingga media massa.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut riwayat singkat pendidikan Erick Thohir:

  • S1: Glendale Community College, California, Amerika Serikat (AS)
  • S2: Master of Business Administration National University, California, Amerika Serikat (AS)

 

    3. Sri Mulyani, Menteri Keuangan

Sri Mulyani diangkat kembali menjadi Menteri Keuangan untuk kedua kalinya oleh Jokowi. Ia juga merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia dan sempat menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia bersatu.

Berikut riwayat pendidikan beliau:

  • S2: Master of Science of Policy Economics, University of illinois Urbana Champaign, AS
  • S3: Ph.D. of Economics di University of Illinois Urbana Champaign, AS

 

    4. Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Menjabat di pemerintahan bukan hal baru bagi Luhut. Ia adalah  Duta Besar RI untuk Republik Singapura, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Staf Kepresidenan, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.

Berikut riwayat singkat pendidikannya:

  • Masters in Public Administration, George Washington University, Washington DC, Amerika Serikat
  • National Defense University, AS

 

     5. Retno LP Marsudi, Menteri Luar Negeri

Menjabat 2 periode, menteri luar negeri perempuan pertama di Indonesia, Retno LP marsudi menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. 

Berikut riwayat pendidikannya:

  • S2: Hukum Uni Europa, Haagse Hogeschool, Belanda

Selain S2 di Belanda, Retno juga pernah mendalami studi hak asasi manusia di Universitas Oslo.

Selain universitasnya, jurusan apa ya yang ditempuh selama pendidikan di luar negeri?

Deretan 5 Menteri Indonesia “Kabinet Indonesia Maju” Jokowi ini juga berasal dari beberapa jurusan yang mungkin tidak semuanya sesuai dengan posisi mereka, loh gaiss..

Seperti halnya, Nadiem Makarim yang saat kuliah S1 mengambil jurusan Hubungan Internasional di Amerika Serikat dan lanjut S2 dengan jurusan Administrasi Bisnis, wow! Kemudian, Erick Thohir yang mengambil jurusan bisnis untuk gelar master nya. 

Lanjut dengan ibu Sri Mulyani, untuk gelar S1, S2 hingga S3 lebih fokus ke ekonomi politik di Amerika Serikat, disusul dengan pak Luhut dengan magister administrasi publik dan lanjut ke pendidikan jurusan pertahanan nasional di Amerika Serikat. Dan yang terakhir, ibu Retno menteri luar negeri kita yang ternyata S1 di UGM melanjutkan S2 dengan jurusan Hukum Uni Eropa di Belanda. Keren – keren banget ya!

 

Gaya hidup para Menteri saat masa kuliah di Luar Negeri

Para menteri yang telah disebutkan diatas memang membawa dampak yang sangat baik dalam pembangunan pemerintahan Indonesia, dengan segala potensi yang mereka miliki mengatakan bahwasanya kuliah di luar negeri membawa dampak yang sangat luar biasa untuk Indonesia.

Dengan pola hidup yang mereka jalani selama masa pendidikan di luar negeri, mungkin kita sebagai penerus bangsa dapat mengambil sisi positif dari pola hidup para tokoh tersebut. Seperti para menteri tersebut terbiasa dengan pola hidup yang teratur dan tertata, guys!

Mereka juga sangat disiplin akan waktu, oleh karena itu mereka tidak pernah membuang – buang waktu untuk sesuatu hal yang tidak penting. Kelima menteri pun terkenal sebagai sosok yang ramah kepada siapapun, yang mana memiliki kepribadian yang ramah dan mudah beradaptasi memang sangat dibutuhkan loh… Dan yang terpenting, mereka selalu ingin belajar terus – menerus sehingga dapat menyelesaikan studinya di luar negeri.

 

Layanan Mediamaz Translation Service

Jadi, gimana nih teman – teman Meddy mau ikut jejak para tokoh politik Indonesia tersebut? yang tentu sudah pasti membawa dampak besar untuk Indonesia loh. 

Tapi kalau kamu masih bingung untuk pengurusan segala dokumen untuk pendaftaran kuliah di luar negeri, mungkin dari menerjemahkan hingga legalisasi dokumen. Jangan khawatir! karena Meddy bisa membantu kamu, dengan layanan yang kami miliki. Bisa menjadi solusi kamu dalam hal penerjemah dokumen dan legalisasi. Meddy juga siap membantu dalam 24 jam. Yuk langsung hubungi kami.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *