10 Beasiswa Luar Negeri yang Sering Diburu Pelajar Indonesia

beasiswa di luar negeri

Mendapat kesempatan untuk belajar di luar negeri menggunakan beasiswa merupakan impian bagi banyak pelajar di Indonesia. Biaya perkuliahan yang mahal di luar negeri berikut biaya hidup yang harus ditanggung perseorangan menjadi alasan utama mengapa semakin banyak orang ingin mendapatkan beasiswa kuliah di luar negeri.

Data dari International Trade Administration yang melansir data angka mobilitas pelajar UNESCO (UNESCO Student Mobility Number) menyebutkan bahwa pada awal tahun 2021 terdapat 49,900 pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri. Tidak menutup kemungkinan bahwa angka ini akan terus mengalami penambahan.

Kebanyakan beasiswa luar negeri menawarkan berbagai manfaat seperti tanggungan biaya kuliah, biaya penelitian, uang saku bulanan, hingga tiket pesawat pulang-pergi. Dengan itu, para pelajar pun tidak perlu lagi memusingkan sejumlah biaya yang harus dikeluarkan.

Dilansir dari berbagai sumber yang akurat, berikut 10 daftar beasiswa luar negeri yang paling diminati oleh siswa Indonesia.

1. Beasiswa LPDP

LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah lembaga yang menyediakan program beasiswa dibawah Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Agama yang dibuka sepanjang tahun.

Program beasiswa yang ditawarkan oleh LPDP adalah untuk program Magister (S2) dan program Doktor (S3) di dalam maupun di luar negeri. Biaya yang akan ditanggung oleh beasiswa LPDP termasuk biaya kuliah, tunjangan buku, biaya penelitian, asuransi kesehatan, biaya hidup, hingga biaya transport PP.

Cara mendaftar beasiswa LPDP cukup mudah yaitu dengan melakukan pendaftaran online. Adapun beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pelamar adalah seperti sertifikat bahasa asing asli (IELTS 6,5 (Program Magister) & IELTS 7,0 (Program Doktor), Letter of Acceptance (LoA), dan surat pernyataan sesuai format LPDP.

Meskipun bisa digunakan untuk banyak universitas luar negeri, tetapi untuk beberapa universitas beasiswa LPDP hanya berlaku untuk bidang tertentu saja.

2. Beasiswa DAAD

Beasiswa DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) merupakan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah Jerman untuk mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studinya ke program Master maupun Doktoral di Jerman.

Terdapat empat program beasiswa yang disediakan seperti beasiswa Master dan PhD untuk para profesional muda, beasiswa untuk mahasiswa dari Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, Asia Tenggara, negara Timur Tengah, beasiswa khusus untuk program studi pengolahan air, serta beasiswa untuk program Doktoral dan Post Doctoral.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk pengajuan beasiswa DAAD berbeda-beda untuk setiap program. Ada beberapa persyaratan khusus untuk para pelamar beasiswa DAAD seperti sertifikat IELTS (minimal 6,0), memiliki 2 tahun pengalaman kerja profesional, dan sertifikat bahasa Jerman DSH 2 atau TestDaF 4 (level minimum A2).

Jenis biaya yang akan ditanggung adalah biaya kuliah dan riset senilai 230 Euro/ semester, biaya hidup senilai 850 Euro untuk program Magister dan 1,200 Euro untuk program Doktoral, asuransi kesehatan, dan tunjangan perjalanan ke Jerman.

3. Beasiswa Fulbright

Beasiswa Fulbright adalah beasiswa bergengsi yang didanai pemerintah Amerika Serikat melalui AMINEF (American Indonesian Exchange Foundation). Beasiswa fully funded ini ditujukan untuk program Magister dan PhD yang bisa memfasilitasi kuliah berbagai studi kecuali yang bersifat klinis.

Jenis biaya yang akan ditanggung adalah biaya kuliah, tunjangan buku, biaya hidup, asuransi kesehatan, dan biaya tiket pesawat. Persyaratan bahasa yang harus dipenuhi para pelamar adalah IELTS dengan nilai skor 6,0 untuk gelar sarjana dan skor IELTS 6,5 untuk gelar pascasarjana.

Adapun keunggulan khusus yang akan didapatkan para penerima beasiswa adalah kesempatan mengikuti pre-academic training, post-academic training, dan kesempatan magang setelah studi.

4. Beasiswa Australia Awards

Merupakan beasiswa yang didanai oleh pemerintah Australia dan diberikan kepada negara berkembang dari Asia-Pasifik dan Palestina untuk para pelajarnya bisa melanjutkan S2 dan S3 ke universitas di Australia.

Beasiswa Australia Awards mencakup tanggungan biaya kuliah, biaya hidup, asuransi kesehatan, tunjangan akademis selama studi, tunjangan kerja lapangan/magang, dan tiket pesawat pulang-pergi.

Nilai minimal IELTS untuk para pelamar program Magister adalah 5,5. Sedangkan untuk program PhD harus memiliki minimum nilai IELTS 6,0. Adapun bidang studi prioritas untuk beasiswa Australia Awards adalah yang termasuk ke dalam rumpun ilmu Health Security, Stability, dan Economic Recovery.

5. Beasiswa Chevening

Beasiswa Chevening adalah beasiswa fully funded yang diberikan pemerintah Inggris kepada para pelajar internasional termasuk Indonesia yang ingin melanjutkan studi S2 di universitas Britania Raya.

Cakupan biaya yang akan ditanggung oleh beasiswa Chevening mencakup biaya kuliah, biaya penelitian, biaya hidup, biaya visa, tunjangan akademis, dan biaya perjalanan pulang-pergi Inggris.

Persyaratan bahasa bagi para pelamar beasiswa Chevening adalah memiliki nilai minimum IELTS 6,5. Adapun persyaratan lainnya adalah para pelamar telah memiliki pengalaman kerja setidaknya 2 tahun dan telah diterima di salah satu universitas di Inggris (dibuktikan dengan unconditional offer).

6. Beasiswa StuNed

Beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) adalah beasiswa dari pemerintah Belanda untuk para pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi S2 di Belanda selama jangka waktu 12–14 bulan.

Program studi yang diprioritaskan penyelenggara beasiswa StuNed adalah yang terkait dengan bidang manajemen sumber daya air, rumpun ilmu sustainable entrepreneurship, agro pangan, dan hortikultura.

Persyaratan yang harus dipenuhi pelamar beasiswa StuNed adalah telah lulus S1/D4 (IPK minimal 3.0), memiliki minimum skor IELTS 6,5, memiliki unconditional Letter of Admission (LoA), dan memilih program studi prioritas yang telah dipaparkan di atas.

Adapun biaya yang akan didanai oleh donatur adalah biaya kuliah maksimum sebesar 20,000 Euro per tahun, biaya hidup, biaya perjalanan, dan biaya lainnya yang dibutuhkan selama masa studi.

7. Beasiswa Erasmus Mundus

Sama seperti beasiswa Fulbright, beasiswa Erasmus Mundus juga merupakan beasiswa internasional paling bergengsi karena diberikan atas konsorsium internasional institusi perguruan tinggi. Terdapat tiga program yang ditawarkan, program beasiswa S2, program beasiswa PhD, dan program Scholar (untuk kegiatan penelitian dan pengajaran mahasiswa S2 Erasmus Mundus).

Beasiswa Erasmus Mundus didanai oleh pemerintah negara Uni Eropa kepada kandidat terbaik untuk menempuh pendidikan Master di universitas Eropa. Disiplin ilmu yang bisa dipilih kandidat saat melamar adalah Pertanian dan Kedokteran Hewan, Teknik, Manufaktur dan Konstruksi, berikut Kesehatan dan Kesejahteraan.

Rincian tunjangan yang akan diberikan kepada penerima beasiswa S2 adalah sebesar 24,000 Euro atau 48,000 Euro per tahun, untuk beasiswa S3 akan diberikan biaya kuliah sebesar 10,800 Euro, biaya penelitian lab sebesar 21,600 Euro, dan tunjangan perjalanan sebesar 7,500 Euro. Sedangkan untuk penerima beasiswa Scholar akan diberikan sebesar 14,800 Euro dalam 3 bulan.

8. Beasiswa Monbukagakusho (MEXT)

Beasiswa Monbukagakusho diberikan pemerintah Jepang kepada lulusan SMA/SMK/Sederajat Indonesia yang ingin melanjutkan studi S1 ke universitas negeri di Jepang. Ada 3 program yang ditawarkan beasiswa Monbukagakusho yaitu program Undergraduate (Gakubu), program Specialized Training College (Senshu), dan program College of Technology (Kosen).

Total masa studi yang ditawarkan adalah 5 tahun, terdiri dari 1 tahun sekolah persiapan dan 4 tahun kuliah S1. Sedangkan untuk yang memilih program studi Kedokteran, total masa studi yang ditawarkan adalah 7 tahun. Cakupan biaya yang akan ditanggung beasiswa Monbukagakusho adalah biaya kuliah, biaya hidup sebanyak 117,000 yen per bulan, biaya visa, dan tiket pesawat pulang-pergi.

9. Beasiswa Stipendium Hungaricum

Beasiswa Stipendium Hungaricum adalah program beasiswa dari pemerintah Hongaria yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mahasiswa Indonesia berkuliah S1, S2, S3, dan program non-gelar di Hongaria.

Cakupan tunjangan beasiswa Stipendium Hungaricum termasuk biaya kuliah, biaya hidup (43,700 Forint Hongaria untuk program Sarjana, Master, serta Non-Gelar dan 140,000 Forint Hongaria untuk program Doktoral), biaya akomodasi (40,000 Forint Hungaria per bulan), dan asuransi kesehatan.

Nilai minimum yang menjadi persyaratan bahasa para pelamar beasiswa Stipendium Hungaricum sangat beragam karena ditetapkan oleh masing-masing universitas. Tetapi biasanya dibutuhkan setidaknya nilai IELTS 6,5 untuk bisa melamar beasiswa ini.

10. Beasiswa Russian Government

Dikenal sebagai Russian Government Scholarship, beasiswa S2 ini disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Sains Federasi Rusia untuk pelajar internasional. Pilihan universitas yang bisa diambil oleh pelamar ada lebih dari 650 universitas.

Meski beasiswa Russian Government dibuka sepanjang tahun, tetapi ketersediaannya sangat bergantung pada universitas atau program yang dituju. Untuk jenis biaya yang ditanggung oleh donatur adalah biaya kuliah saja. Sedangkan untuk biaya lainnya akan dibebankan oleh penerima beasiswa.

Lalu, Apa yang Bisa Mediamaz TS Bantu?

Jika Anda sedang mencari jasa penerjemah dokumen tersumpah, maka Mediamaz Translation Service siap membantu. Kami juga mempunyai beberapa layanan lain yang bisa Anda gunakan untuk keperluan menerjemahkan bahasa asing seperti jasa interpreter, content writing, proofreading, hingga jasa dubbing untuk video pemasaran yang Anda buat.

Segera cek layanan kami selengkapnya sekarang di laman website kami dan dapatkan penawaran menarik khusus untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *