Biaya Kuliah di Jepang, Beserta Biaya Hidup dan Tips Menghemat!

Biaya Kuliah di Jepang, Beserta Biaya Hidup dan Tips Menghemat!

Biaya Kuliah di Jepang, Beserta Biaya Hidup dan Tips Menghemat!

Ada banyak pelajar Indonesia yang tertarik melanjutkan studi ke Negeri Sakura, Jepang. Sebelum benar – benar memutuskan untuk melanjutkan studi di institut pendidikan tinggi di Jepang. Kamu juga harus mempertimbangkan banyak hal, selain sistem pendidikan persyaratan masuk hal yang harus menjadi pertimbangan adalah biaya kuliah. 

Berapa biaya kuliah di Jepang?

Biaya kuliah di Jepang ditentukan oleh jenis institusi tempat kamu belajar serta pilihan program yang kamu ambil. Rata – rata biaya kuliah di Senmon gakko adalah sekitar 3 juta yen atau sekitar 426 juta rupiah.

Sementara jika program yang kamu ambil berada di tanki daigaku, Biaya kuliah di Jepang jika non beasiswa yang harus kamu lakukan adalah sekitar 20% lebih mahal, yaitu sekitar 511 juta rupiah.

Jika kamu mengambil program di Universitas, biaya kuliah di jepang yang harus kamu keluarkan bergantung pada jenis universitasnya. Universitas nasional umumnya memiliki biaya kuliah paling rendah yaitu 5jt yen (710 juta rupiah) untuk program 4 tahun. 

Sementara universitas negeri berada di level yang sama dengan universitas nasional, namun dengan keistimewaan biaya lebih murah untuk penduduk lokal daerah tersebut. Sedangkan universitas swasta biasanya berbiaya lebih mahal yaitu sekitar 7jt yen (995 juta rupiah) ke atas untuk program 4 tahunnya.

Biaya hidup di Jepang

Untuk kamu yang ingin kuliah di Jepang, penting banget untuk cari tahu seberapa besar biaya hidup disana. Soalnya, perkiraan biaya hidup di Jepang nanti akan jadi landasan kamu buat siapin budget. 

Jepang memang mempunyai inflasi yang rendah. Namun, inflasi yang rendah itu sepertinya gak mempengaruhi beberapa biaya kebutuhan disana. 

Biar makin jelas seberapa besar biaya hidup di Jepang, kita akan ambil salah satu contoh kota yaitu Tokyo sebagai ibukota.

1.Makanan

Biaya makan di Jepang terbilang mahal, kalau kamu ingin makan siang di distrik bisnis kota Tokyo, kamu perlu menyiapkan uang sebesar 1,057 yen atau Rp.137rb.

Beda banget kan dengan di Jakarta, modal Rp.15rb aja udah bisa bikin perut kenyang. sebagaimana gambaran rincian makanan di Tokyo.

  • Menu makan siang, termasuk minum: 975 yen atau Rp 128 ribuan
  • Burger ukuran besar: 718 yen atau Rp 94 ribuan
  • Ayam tanpa tulang 500 gr: 431 yen atau Rp 56 ribuan
  • Susu 1 liter: 202 yen atau Rp 26 ribu
  • Telur 12 butir: 287 yen atau Rp 37 ribuan
  • Tomat 1 kg: 505 yen atau Rp 66 ribuan
  • Keju lokal: 1.246 yen atau Rp 164 ribuan

2.Tempat Tinggal

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, biaya untuk tempat tinggal merupakan salah satu biaya hidup di Jepang paling mahal.

Nggak jauh beda dengan disini, besar atau kecilnya biaya tempat tinggal dipengaruhi tiga faktor, yaitu lokasi (pusat kota atau pinggiran), jarak ke stasiun dan usia bangunan. 

3.Transportasi

Gimana dengan biaya transportasi di jepang? mobil yang di jual harganya mirip – mirip dengan harga di Indonesia.

Dengan menyiapkan modal lebih dari Rp.300jt, kamu bisa mendapatkan mobil dengan spesifikasi yang mumpuni. Dan berikut rincian transportasi di jepang. 

  • Bahan bakar 1 liter: 133 yen atau Rp 17 ribuan
  • Tiket berlangganan transportasi umum sebulan: 9.481 yen atau Rp 1,25 jutaan

Tips berhemat di Jepang

Sudah jadi rahasia umum bahwa cara hidup hemat orang jepang telah menginspirasi banyak orang. Pasalnya krisis ekonomi besar – besaran pada 1990 hingga 2000, serta berbagai bencana alam yang sempat terjadi di Jepang ternyata berdampak besar pada gaya hidup masyarakatnya.

Mau tak mau, masyarakat Jepang harus menerapkan cara hidup hemat demi bertahan hidup. Apalagi biaya hidup di Jepang terbilang sangat tinggi. Yuk tiru 3 cara menghemat ala orang Jepang berikut ini.

1.Menggunakan transportasi umum

Sebagai salah satu negara produsen mobil yang cukup besar di dunia, lalu lintas di Jepang justru tidak ada apa – apanya dibandingkan dengan Jakarta. Salah satu alasannya, mayoritas masyarakat di Jepang lebih memilih menggunakan transportasi umum dibanding kendaraan pribadi.

Sekalipun penghasilan yang mereka miliki cukup untuk membeli mobil, ada beberapa pertimbangan yang membuat kendaraan umum jadi pilihan banyak orang Jepang. Selain hemat, kamu juga tidak perlu repot mencari area parkir ataupun berkutat dengan kemacetan.

2.Tekan biaya sewa tempat tinggal

Untuk pemilihan tempat tinggal, banyak warga Jepang yang memilih tinggal di hunian sempit. Alasannya, selain biaya sewa yang lebih terjangkau, biaya perawatannya pun jadi lebih murah.

3.Selalu membuat daftar belanja

Membuat daftar belanja merupakan cara menghemat uang yang kerap dilakukan warga Jepang, terutama ibu rumah tangga. Sesampainya di toko, mereka lansgung menuju rak produk yang diperlukan.

Dengan begitu, mereka tidak menghabiskan waktu untuk melihat – melihat produk lain dan berakhir membeli produk yang tidak dibutuhkan. Cara ini sangat efektif untuk membuat anggaran belanja tidak over budget, sekaligus memastikan tidak ada kebutuhan yang lupa dibeli. 

Rekomendasi Universitas di Jepang

Gaya hidup orang Jepang yang terlihat umumnya melahirkan anggapan bahwa kuliah di Jepang sangat mahal. Rata – rata biaya hidup di Jepang bisa menghabiskan biaya sekitar 138 ribu yen atau setara dengan Rp.15jt rupiah perbulan. Jika tinggal di Tokyo, biaya tersebut melambung tinggi

Selain Tokyo, ada kota lainnya, yaitu Kyoto. Kota ini bisa menjadi pilihan pada saat ingin kuliah di Jepang. Soal biaya hidup, dana yang dikeluarkan di kota ini terbilang cukup murah. Secara karakter kota, Kyoto mirip dengan Yogyakarta di Indonesia. Kota ini terkenal sebagai kota pelajar di Jepang.

Ritsumeikan University merupakan salah satu universitas yang berada di Kyoto, untuk kualitas dan program studi di perguruan tinggi, Kyoto juga tidak kalah dengan Tokyo. Kelas tersebut juga punya kelas internasional dengan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar.

Kampus ini menawarkan dua program sarjana S1 (empat tahun), yaitu program Fakultas College of Policy Science/Community and regional Policy Studies Major (CRPS) dan Fakultas College of International Relations/ Global Studies Major (GS).

Beruntungnya, belajar di kampus ini banyak fasilitas penunjangnya bagi mahasiswa. Bagi mahasiswa asing bisa tinggal di apartemen satu ruangan yang difasilitasi oleh Ritsumeikan University dengan perabot lengkap. Biaya harus dikeluarkan mahasiswa pun hanya berkisar antara 35.000 yen – 50.000 yen per bulan atau setara Rp 3,5 juta sampai Rp 5 juta per bulan.

Jadi bagaimana tertarik untuk lanjut kuliah di Jepang? dengan perkiraan besaran biaya hidup dan biaya kuliah yang akan kamu tanggung selama berada di jepang. Nggak usah khawatir juga, terdapat beasiswa untuk beberapa universitas di Jepang,lho!

Raport, ijazah, serta dokumen pendukung kamu belum menggunakan bahasa yang sesuai untuk daftar ke universitas. Jangan khawatir! Kamu bisa menggunakan layanan ekspress yang Meddy miliki. Jangan panik dengan tenggat waktu, Meddy bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *