Mediamaz Translation Service | Perusahaan Penerjemah Indonesia #1

Perbedaan Budaya di Amerika dan Jepang Yang Unik Banget

Siapa sih yang nggak kenal dengan salah satu YouTuber tentang pendidikan yakni Jerome Polin dan Leo Edwin? Nah, mereka berdua sama – sama studi di luar negeri loh tapi di negara yang berbeda. Jerome Polin saat ini tengah studi di Jepang, sedangkan Leo Edwin di negeri Paman Sam yakni Amerika Serikat. Kedua negara tersebut tentu memiliki budaya yang berbeda, apa aja sih perbedaan dari budaya Jepang dan Amerika? Yuk cari tahu dari versi mereka berdua di artikel ini.

Artikel terkait : Karena Budaya ini, Jepang Terkenal hingga ke Seluruh Dunia

budaya di amerika

Nah, kebiasaan tersebut kemudian di ajarkan kepada generasi selanjutnya, sehingga tetap terjaga dan menjadi ciri khas dari kelompok tertentu. Budaya juga tergolong menjadi beberapa unsur yang rumit.

Artikel terkait : Budaya Korea Selatan, Sejarah yang Perlu Diketahui!

Diantaranya adalah adat istiadat, bahasa, karya seni, sistem agama dan politik. Ada satu hal lagi yang tak terpisahkan dari sekelompok orang, yaitu bahasa. Penggunaan bahasa tiap kelompok orang memiliki perbedaan yang signifikan. Meskipun tak jarang memiliki beberapa kesamaan. Seperti di bahasa Indonesia sendiri. Banyak kata yang mirip dengan bahasa dari Belanda, Inggris dan lainnya. Kondisi tersebut sering diartikan sebaga penyerapan kata.

Proses penyerapan kata ini juga mempunyai beberapa kriteria tertentu, seperti:

1. Istilah serapan yang ditentukan berdasarkan konotasi yang sesuai.

2. Istilah serapan yang ditentukan lebih singkat daripada terjemahan bahasa Indonesia.

3. Istilah serapan yang ditentukan dapat memudahkan tercapainya kesepakatan bila istilah Indonesia memiliki banyak sekali sinonim.

Table of Contents

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa setiap tempat/kelompok orang memiliki kebudayaan yang berbeda. Kali ini mari kita bandingkan antara kebudayaan Jepang dan Amerika.

Memberikan Tip Kepada Pegawai

Mungkin hal ini terdengar biasa saja di negara kita, tapi tau nggak sih ternyata budaya ini nggak tidak bisa anda lakukan di Jepang, bahkan terlarang. Meski banyak buku panduan wisata yang menyebut bahwa orang Jepang menganggap memberi tip nggak sopan, sebenarnya tidak sepenuhnya seperti itu. Mereka hanya merasa memberi tip adalah hal yang aneh.

Artikel terkait : Serba-serbi Keunikan Budaya China Yang Wajib Kamu Tahu

Berbeda dengan Amerika Serikat, di sana orang memberi tip adalah salah satu hal yang lumrah. Terlebih banyak sekali pekerja jasa yang mendapat bayaran per jamnya sangat rendah. Oleh karena itu, para pegawai tersebut mengandalkan tip untuk menambah pendapatan mereka.

Walaupun pada faktanya, ada beberapa tempat bekerja di Jepang yang memperbolehkan para pekerjanya menerima tip. Hanya saja di Jepang tidak ada sektor industri jasa yang masuk dalam kategori tersebut. Banyak orang yang menganggap pegawai restoran sudah mendapat upah per jam yang tinggi hingga tak lagi membutuhkan tip.

 

Mayoritas pakaian formal Jepang cenderung berwarna gelap seperti abu – abu atau hitam. Berbeda dengan Amerika Serikat yang memiliki gaya lebih kasual. Hal tersebut karena, Amerika Serikat memandang bahwasanya cara berpakaian adalah bentuk kebebasan. Sehingga, siapapun bebas memilih outfit yang sesuai dengan karakter dan preferensi mereka.

Artikel terkait : Budaya dan Tradisi Arab yang Unik di Mata Dunia 

Kemudian, di Jepang memiliki budaya kerja ho-ren-so, singkatan dari houkoku (laporan), renraku (komunikasi), dan soudan (konsultasi). Dalam budaya ini setiap karyawan di Jepang harus menerapkan lapor, bicara, dan konsultasi terutama pada senior mereka. Hal ini bikin para junior segan betul sama para seniornya. Dengan kata lain, dalam budaya kerja Jepang unsur senioritas itu kental banget. Senioritas seperti ini jelas gak berlaku di Amerika. Selama punya skill yang mumpuni, kamu bisa aja mengutarakan pendapat tanpa melalui izin senior terlebih dulu.

Self Service

Di Indonesia, mungkin orang terbiasa untuk dilayani pramusaji. Mulai pengantaran makanan sampai di meja hingga membersihkan meja selapas makan. Hal ini berbeda jika di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat.

Artikel terkait : Budaya India & Festival Unik Yang Jarang Diketahui

Meskipun, nggak ada pramusaji yang membersihkan meja, hampir setiap meja selalu bersih ketika ada pembeli yang ingin makan.  Berbeda pula dengan Jepang, di beberapa restoran saja yang menerapkan sistem self service seperti restoran sushi yang memberlakukan hal seperti itu. Namun, jika di Jepang setiap makanan yang kamu beli harus habis loh. Tidak menghabiskan makanan adalah hal yang tidak sopan.

Sopan Santun

Memanggil nama mungkin terdengar kurang sopan, namun berbeda di Amerika Serikat. Ketika kamu bekerja di sana, kamu akan menemukan orang – orang yang memanggil rekannya dengan nama tanpa memandang umur. Terlebih juga di dalam dunia kerja atau kuliah, menurut Leo Edwin ketika kamu bertemu dengan atasanmu atau professor cukup dengan memberi salam dan senyum saja pada mereka.

Namun, hal tersebut tidak berlaku di Jepang. Jepang terkenal dengan budaya sopan santunya alias menghargai keberadaan orang lain. Orang – orang di Jepang akan memberikan salam dengan bungkuk hampir mendekati 90 derajat, wow! Dan di sana pun, terkenal dengan privacy. Dalam salah satu video YouTube-nya Jerome Polin, beliau juga mengatakan bahwa di Jepang kalau ingin berteman di media sosial harus izin dulu loh sama orangnya.

Jadi Gimana, Udah Tau Kan Perbedaan Antara Budaya Amerika dan Jepang. Setelah anda membaca habis artikel ini, sudahkah anda memahami apa saja perbedaan antara budaya Amerika dan Jepang. Meskipun memiliki banyak perbedaan, namun sejatinya kita memiliki banyak persamaan, Jadi jangan terlalu mengkotak-kotakan budaya.

Nah, itulah sederetan perbedaan kebudayaan antara Amerika Serikat dan Jepang. Namun, dua negara tersebut juga memiliki kesamaan budaya kok. Gimana adakah yang tertarik untuk berkunjung ke sana setelah pandemi usai? Untuk keperluan  dokumen seperti jasa penerjemah tersumpah, kamu bisa serahkan ke Meddy loh. Kamu pun bisa konsultasikan kebutuhanmu dengan tim marketing kami.

Mediamaz Translation Service telah berdiri sejak tahun 1998 di bawah PT Mediamaz Solusindo Nusantara dan sudah melayani berbagai jenis klien lebih dari 20 tahun. Dengan pengalaman dan konsistensi Kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada klien, sampai saat ini Kami dipercaya dan diakui sebagai penyedia jasa penerjemah tersumpah.

Kualitas merupakan prioritas utama Kami dalam memberikan pelayanan jasa yang perusahaan Kami tawarkan. Sesuai dengan Sertifikasi ISO 9000 : 2015 yang merupakan dasar kontrol kualitas yang digunakan oleh perusahaan kami, sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan kualitas layanan yang Kami berikan.

Tim penerjemah kami tergabung dari beberapa organisasi besar, yakni Penerjemah Tersumpah, Penerjemah HPI, dan Penerjemah Freelance.

Profesional & Berpengalaman

Tim interpreter kami terdiri dari tim ahli bahasa yang sudah berpengalaman dalam mengerjakan berbagai macam proyek terkait bahasa.

Akurat

Hasil terjemahan oleh tim interpreter kami dijamin 100% akurat dan sudah tidak diragukan lagi kualitasnya.

Konsultasi Kapanpun

Sebelum melakukan pemesanan jadwal, Kamu bisa berkonsultasi dengan tim interpreter kami perihal kebutuhan acara. Karena tim kami akan selalu siap melayani Kamu kapanpun dan dimanapun.

Tanpa Biaya Tambahan

Kamu tidak perlu pusing lagi soal biaya, karena Kamu hanya perlu membayar jasa kami dan tidak perlu membayar biaya tambahan.

Menjadi Translator:

Hire Translator: 

  • Outsourcing Translator & Interpreter
  • Headhunter Translator & Interpreter
  • Freelance Translator & Interpreter

Temukan 500+ Pekerjaan & Proyek Terjemahan:

  • Job Search Translator & Interpreter
  • Recruitment Translator & Interpreter
  • Consultant Translator & Interpreter
  • Join Our Translator & Interpreter Team
×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Whatsapp 24 Jam