Budaya Jepang dan Amerika: Begini Perbedaan Kebudayaannya

Budaya Jepang dan Amerika: Begini Perbedaan Kebudayaannya

Budaya Jepang dan Amerika: Begini Perbedaan Kebudayaannya

Siapa sih yang nggak kenal dengan salah satu YouTuber tentang pendidikan yakni Jerome Polin dan Leo Edwin? Nah, mereka berdua sama – sama studi di luar negeri loh tapi di negara yang berbeda. Jerome Polin saat ini tengah studi di Jepang, sedangkan Leo Edwin di negeri Paman Sam yakni Amerika Serikat. Kedua negara tersebut tentu memiliki budaya yang berbeda, apa aja sih perbedaan dari budaya Jepang dan Amerika? Yuk cari tahu dari versi mereka berdua di artikel ini.

 

Memberikan Tip Kepada Pegawai

Mungkin hal ini terdengar biasa saja di negara kita, tapi tau nggak sih ternyata budaya ini nggak dilakukan di Jepang loh bahkan dilarang. Meski banyak buku panduan wisata yang menyebut bahwa orang Jepang menganggap memberi tip nggak sopan, sebenarnya tidak sepenuhnya seperti itu. Mereka hanya merasa memberi tip adalah hal yang aneh.

Berbeda dengan Amerika Serikat, di sana orang memberi tip adalah salah satu hal yang lumrah. Terlebih banyak sekali pekerja jasa yang mendapat bayaran per jamnya sangat rendah. Oleh karena itu, para pegawai tersebut mengandalkan tip untuk menambah pendapatan mereka. 

Walaupun pada faktanya, ada beberapa tempat bekerja di Jepang yang memperbolehkan para pekerjanya menerima tip. Hanya saja di Jepang tidak ada sektor industri jasa yang masuk dalam kategori tersebut. Pegawai restoran dianggap sudah mendapat upah per jam yang tinggi hingga tak lagi membutuhkan tip.

 

Hubungi tim marketing kami di sini.

 

Budaya Kerja Jepang vs Amerika

Budaya kerja di Jepang membuat para pekerja di sana lebih terlihat formal dibandingkan Amerika Serikat. Mayoritas pakaian formal Jepang cenderung berwarna gelap seperti abu – abu atau hitam. Berbeda dengan Amerika Serikat yang memiliki gaya lebih kasual. Hal tersebut karena, Amerika Serikat memandang bahwasanya cara berpakaian adalah bentuk kebebasan. Sehingga, siapapun bebas memilih outfit yang sesuai dengan karakter dan preferensi mereka.

Kemudian, di Jepang memiliki budaya kerja ho-ren-so, singkatan dari houkoku (laporan), renraku (komunikasi), dan soudan (konsultasi). Dalam budaya ini setiap karyawan di Jepang harus menerapkan lapor, bicara, dan konsultasi terutama pada senior mereka. Hal ini bikin para junior segan betul sama para seniornya. Dengan kata lain, dalam budaya kerja Jepang unsur senioritas itu kental banget. Senioritas seperti ini jelas gak berlaku di Amerika. Selama punya skill yang mumpuni, kamu bisa aja mengutarakan pendapat tanpa melalui izin senior terlebih dulu.

 

Self Service

Di Indonesia, mungkin orang terbiasa untuk dilayani pramusaji. Dari diantarkan makanan sampai meja dibersihkan usai makan. Hal ini berbeda jika di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat. Budaya self service atau “clean after yourself” merupakan salah satu kebiasaan yang ditanamkan di keluarga maupun lingkungan sendiri untuk bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan.

Misalnya pada saat makan di restoran cepat saji, setelah selesai makan pembeli diharuskan untuk membuang bekas makanan mereka untuk dibuang ke tempat sampah yang khusus. Meskipun, nggak ada pramusaji yang membersihkan meja, hampir setiap meja selalu bersih ketika ada pembeli yang ingin makan. 

 

Berbeda pula dengan Jepang, di beberapa restoran saja yang menerapkan sistem self service seperti restoran sushi yang memberlakukan hal seperti itu. Namun, jika di Jepang setiap makanan yang kamu beli harus habis loh. Tidak menghabiskan makanan adalah hal yang tidak sopan. 

 

Sopan Santun

Memanggil nama mungkin terdengar kurang sopan, namun berbeda di Amerika Serikat. Ketika kamu bekerja di sana, kamu akan menemukan orang – orang yang memanggil rekannya dengan nama tanpa memandang umur. Terlebih juga di dalam dunia kerja atau kuliah, menurut Leo Edwin ketika kamu bertemu dengan atasanmu atau professor cukup dengan memberi salam dan senyum saja pada mereka.

Namun, hal tersebut tidak berlaku di Jepang. Jepang terkenal dengan budaya sopan santunya alias menghargai keberadaan orang lain. Orang – orang di Jepang akan memberikan salam dengan bungkuk hampir mendekati 90 derajat, wow! Dan di sana pun, terkenal dengan privacy. Dalam salah satu video YouTube-nya Jerome Polin, beliau juga mengatakan bahwa di Jepang kalau ingin berteman di media sosial harus izin dulu loh sama orangnya. 

Nah, itulah sederetan perbedaan kebudayaan yang dimiliki Amerika Serikat dan Jepang. Namun, dua negara tersebut juga memiliki kesamaan budaya kok sahabat Meddy. Gimana adakah yang tertarik untuk berkunjung ke sana setelah pandemi usai? Untuk keperluan dokumen perjalanan, kamu bisa serahkan ke Meddy loh. Kamu pun bisa konsultasikan kebutuhanmu dengan tim marketing kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *