Dari Hutan Wisata ke Tempat Bunuh Diri! Ini Fakta Aokigahara

Dari Hutan Wisata ke Tempat Bunuh Diri! Ini Fakta Aokigahara

Bagi Anda yang menyukai film dengan genre thriller, tentunya hutan Aokigahara di Jepang sudah tidak asing lagi untuk didengar. Menjadi destinasi favorit baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara, Aokigahara adalah hutan yang menyimpan banyak keindahan alam dari beberapa gua.

Selanjutnya, hutan Aokigahara sangatlah terkenal karena menyimpan banyak misteri di dalamnya. Salah satu alasannya adalah karena hutan menjadi lokasi bunuh diri terkenal di Jepang. Konon, budaya ubasute adalah yang memicu hutan di kawasan kaki gunung Fuji ini menjadi tempat favorit untuk mengakhiri nyawa seseorang.

Penasaran dengan budaya ubasute yang melatarbelakangi hutan memiliki misteri yang besar? Yuk, simak ulasan lengkap di bawah tentang sejarah singkat dan 15 fakta mencekam hutan Aokigahara!

aokigahara-jepang

Sejarah Misteri Hutan Aokigahara

Aokigahara adalah hutan paling terkenal di Jepang yang terletak di kaki gunung Fuji. Menjadi hutan yang menyeramkan, Aokigahara masih menyandang hutan dengan reputasi terburuk di dunia. Hal ini karena tempat yang juga terkenal dengan julukan “Hutan Iblis” Jepang ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 500 kasus bunuh diri yang terkonfirmasi sejak 1950-an.

Menurut warga lokal gunung Fuji, hutan yang berjarak kurang lebih 2 jam dari Tokyo ini disebut sebagai “Jukai”. Yang berarti lautan pohon, karena padatnya pepohonan yang ada dalam hutan. Sehingga tidak heran bahwa tersesat di sini cukup mudah, tetapi untuk menemukan jalan keluar hampir tidak mungkin.

Mengutip dari berbagai sumber, Aokigahara mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan sisi mengerikan yang mencekam. Banyak yang mengatakan bahwa penyebabnya berasal dari keheningan hutan. Paranormal dari Jepang juga percaya bahwa maraknya kegiatan bunuh diri di hutan telah mengutuk pepohonan di Aokigahara.

Adapun menurut Aokigahara Forest, tingginya angka bunuh diri di Jepang awalnya berasal dari budaya samurai di zaman dahulu. Dimana, para samurai dulunya berpikir bahwa bunuh diri adalah cara terbaik untuk menebus kegagalan mereka dan mengakhiri perasaan bersalah untuk menghadapi keluarga tercinta.

BACA JUGA: Wajib Banget Dikunjungi! Ini 10 Tempat Wisata Populer Jepang

15 Fakta Mencekam Tentang Hutan Aokigahara

1. Dua Cara Ini yang Paling Terkenal untuk Bunuh Diri

Menurut laporan studi tahun 2004, ada dua cara terkenal untuk orang Jepang bunuh diri. Begitu pula terjadi di hutan Aokigahara, cara pertama yang terkenal adalah dengan menggantungkan diri. Sedangkan yang kedua adalah dengan cara melompat dari ketinggian.

Berdasarkan laporan lainnya, cara paling umum selanjutnya adalah dengan overdosis obat. Dengan ini, pemerintah Jepang telah terus menerus meningkatkan penanganan antisipasi untuk menurunkan angka bunuh diri di hutan.

2. Ada Banyak Kegiatan Relawan di Hutan

Pemerintah Jepang telah aktif melakukan pencarian berkala untuk kasus bunuh diri di Aokigahara sejak tahun 1970. Yang menariknya adalah bukan hanya polisi setempat yang berpatroli, tetapi juga terdapat banyak sukarelawan yang membantu.

Pada awal tahun 2000-an, petugas menemukan 70 hingga 100 jenazah setiap tahunnya. Tetapi terlepas dari hal itu, terdapat juga banyak jenazah dari kasus bunuh diri di Aokigahara yang belum kunjung ditemukan karena kondisi medannya.

Karena hutan terletak di kaki gunung Fuji, tanahnya menjadi tidak rata, berbatu, bahkan berlubang. Sehingga dengan kondisi demikian, terkadang sulit untuk melakukan penelusuran karena lebatnya pepohonan dan curamnya medan tanah di Aokigahara.

3. Hantu Yurei yang Berkeliaran Benar Adanya

Secara alami, hutan Aokigahara adalah tempat yang seram. Hingga terkadang banyak wisatawan mengaku bahwa mereka mendengar suara samar tanpa tubuh di kedalaman hutan dengan suasana yang mencekam.

Cerita rakyat lokal menyebutkan bahwa arwah mereka yang mengakhiri hidup di hutan masih hidup diantara pepohonan. Hal tersebut juga selanjutnya mengaitkan kepada tujuan para arwah tadi untuk menyiksa pengunjung dengan perasaan sedih dan menyesatkannya.

4. Kata-Kata Bijak dan Kamera Tersebar di Sudut Hutan

Hal ini merupakan upaya dari pemerintah Jepang untuk menjadikan Aokigahara sebagai tujuan wisata yang nyaman, tanpa kekerasan, dan menurunkan angka bunuh diri sebesar 20% selama 7 tahun ke depan.

Pada beberapa papan kata-kata bijak, banyak diantaranya yang mencantumkan juga nomor telepon atau hotline layanan pencegahan bunuh diri Jepang. Selain itu upaya lainnya adalah pemerintah turut memasang kamera keamanan di pintu masuk hutan dan meningkatkan patroli.

5. Statistik Meningkat Tajam, Pemerintah Menghentikan Publikasi

Selama bertahun-tahun hingga 2010, pemerintah Jepang sempat menerbitkan angka statistik bunuh diri dalam hutan. Tetapi pada tahun 2011, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak mempublikasikan lagi data tersebut.

Pemerintah percaya bahwa publikasi data kematian tersebut hanya malah meningkatkan jumlah kasus bunuh diri setiap tahunnya. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk mempromosikan hutan sebagai kawasan dengan keindahan alam untuk tujuan wisata.

6. Banyak Film yang Terinspirasi dari Hutan Aokigahara

Aokigahara menjadi hutan misteri terkenal di dunia. Karena sifat dan sejarahnya yang menarik, hal tersebut membuat banyak media kreatif seperti video game, buku, lagu, anime, manga dan film yang mengambil latar belakang di hutan Aokigahara.

Film populer yang terinspirasi dari kisah hutan Aokigahara adalah “The Forest” dan “47 Ronin”. Selain itu, andil terbesar yang mempopulerkan hutan terseram ini adalah novel Seichō Matsumoto yang terbit pada awal tahun 1960-an dengan judul “Towering Waves” atau “Nami no Tō”.

7. Membawa Tenda Akan Menarik Petugas Patroli

Setiap tahun, ratusan orang yang ingin bunuh diri pergi ke Aokigahara. Beberapa diantaranya berkemah terlebih dahulu di tenda sebelum bunuh diri. Biasanya, mereka berkemah di hutan selama beberapa hari untuk merenungkan kehidupannya.

Karena memiliki pola yang sama, polisi yang berpatroli di hutan akan menganggap bahwa pengunjung yang membawa tenda berpotensi untuk mengakhiri hidupnya. Sehingga biasanya, petugas melakukan upaya pencegahan dengan mengajak bicara dengan lembut dan memotivasi mereka untuk mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

8. Hutan Sangat Mudah Membuat Pengunjung Tersesat

Berdiri pada luas lahan 35 km², hutan Aokigahara adalah tempat yang bisa menyesatkan akibat sifat magnetisme di dalamnya. Menurut hasil penelitian, ilmuwan yang telah mempelajari hutan menyatakan bahwa tanah dan daerah sekitarnya meningkatkan jumlah besi magnetik. Sehingga bisa membuat sebagian besar teknologi tidak berguna di dalamnya.

Dengan ini, para pengunjung pun biasanya membuat tanda dengan benang atau pita saat mereka pergi untuk bisa menunjukkan arah pulang.

BACA JUGA: Jadi Tempat Ziarah? Cek 10 Fakta Menarik Gunung Fuji

9. Menjadi Tempat Pelatihan Pasukan Darat Jepang

Sejak pertengahan tahun 1950-an, Aokigahara adalah tempat bagi para angkatan bela diri Jepang berlatih. Biasanya mereka mengadakan kursus Ranger termasuk melakukan pelatihan navigasi di dalam hutan.

10. Waspada Menemukan Mayat Dimana Saja

Pengunjung Aokigahara yang datang bukan untuk melakukan bunuh diri, bisa saja menemukan tubuh manusia saat perjalanan ke dalam hutan. Sehingga hal ini seringkali mengganggu estetika keindahan hutan.

Berbicara tentang estetika keindahan hutan, banyak juga sampah plastik yang berserakan di hutan. Karena biasanya mereka akan mengosongkan tas yang dibawa termasuk meninggalkan foto orang terkasih di bawah pohon sebelum melakukan aksinya.

Selain itu masyarakat Jepang mempercayai bahwa upaya bunuh diri adalah jalan spiritual masing-masing individu. Sehingga demi menjaga privasi, mereka juga biasanya tidak meninggalkan catatan bunuh diri.

11. Kontroversi Terkenal Paul Logan

Paul Logan adalah seorang youtuber, selebritas, aktor, dan petinju terkenal asal Amerika. Selanjutnya, kontroversi Paul Logan terjadi pada tahun 2017 saat dia mengunggah video liputan di hutan Aokigahara.

Tujuan awalnya adalah untuk menunjukkan kemegahan hutan yang menakutkan dan sunyi. Tetapi di tengah syutingnya, dia bersama rekan krunya menemukan seorang mayat. Bukannya mematikan kamera, Paul malah terus menyoroti dekat wajah dan tubuh korban yang meninggal karena gantung diri selagi rekannya menelepon pihak berwajib.

Yang lebih mengejutkan para penontonnya adalah dia bahkan tertawa di depan kamera setelah menyoroti gambar memelikkan yang terekam. Akibat ulahnya yang tidak berasusila tersebut, dia mendapati banyak komentar jahat di laman Youtube miliknya.

Setelah menerima reaksi negatif dari publik, dia menghapus video “Suicide Forest” di kanal Youtube-nya. Tetapi tidak berhenti sampai di sana, sebagian besar sponsornya berhenti bekerja dengannya dan pihak Goggle Preferred akhirnya juga mengeluarkannya karena insiden tersebut.

12. Kasus Bunuh Diri Meningkat di Bulan Maret Setiap Tahunnya

Angka kasus bunuh diri di Aokigahara terus bertambah dari tahun ke tahun, tetapi sangat sulit untuk menentukan profil rata-rata para pelaku. Tetapi melihat dari beberapa mayat yang ditemukan, biasanya mereka berjenis kelamin laki-laki dengan usia antara 40 dan 50 tahun.

Selanjutnya karena Maret adalah bulan akhir tahun fiskal di Jepang, bulan tersebut terkenal sebagai waktu paling populer untuk mengakhiri hidup di hutan. Kebanyakan penyebabnya adalah karena mereka merasa hidupnya penuh dengan tekanan.

13. Hutan Terbentuk Dari Lava Gunung Fuji

Medan hutan Aokigahara yang unik terbentuk akibat letusan Gunung Fuji yang meletus pada tahun 864 M. Lava dari letusan tersebut pun menyebar ke tempat hutan berada.

Setelah itu lava yang mengeras akhirnya menghasilkan jalan setapak dan bahkan menumbuhkan tanaman hemlock (conium) yang berlimpah. Selain itu, lava yang mengeras tadi juga menghasilkan banyak gua aneh di dalam hutan.

14. Budaya Ubasute Erat Kaitannya Dengan Aokigahara

Mitos Jepang menyatakan bahwa Ubasute berkaitan langsung dengan hutan bunuh diri Aokigahara. Ubasute sendiri adalah praktik meninggalkan orang tua ke lingkungan terpencil sampai meninggal akibat dehidrasi atau kelaparan. Budaya ini pernah menjadi hal lumrah untuk dilakukan di Jepang.

15. Ada Gua Es Cantik di Aokigahara

Terlepas dari hutan yang terkenal angker, pengunjung Aokigahara juga ada yang datang untuk mengunjungi gua indah di dalamnya yaitu Gua Es Narusawa. Gua ini merupakan objek wisata terkenal di Jepang karena es-nya yang tetap membeku di dalam hutan. Menurut sumber, suhu rata-rata gua setiap tahunnya mencapai 3°C.

Ingin Cepat Menyelesaikan Persiapan Dokumen ke Jepang?

Tidak perlu khawatir lagi! Bagi Anda yang sedang mempersiapkan dokumen untuk keperluan belajar di Jepang ataupun wisata ke Jepang, kini ada jasa penerjemah tersumpah dari Mediamaz TS. Setelah menggunakan jasa penerjemah tersumpah kami, Anda juga bisa menggunakan jasa legalisasi dari Mediamaz.

Sehingga dengan satu kali pesan, semua keperluan Anda pun bisa langsung selesai. Konsultasikan kebutuhan Anda sekarang dan dapatkan juga banyak penawaran potongan harga khusus yang menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.