Galat basis data WordPress: [Table 'medg6566_wp818.wp8e_trustindex_google_reviews' doesn't exist]
SHOW COLUMNS FROM `wp8e_trustindex_google_reviews` LIKE "highlight"

Galat basis data WordPress: [Table 'medg6566_wp818.wp8e_trustindex_google_reviews' doesn't exist]
ALTER TABLE `wp8e_trustindex_google_reviews` ADD highlight VARCHAR(11) NULL AFTER rating

Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Roket NASA

Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Roket NASA

Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Roket NASA

Marko Djuliarso, Insinyur Indonesia yang Ikut Bangun Roket NASA

National Aeronautics and Space Administration atau disingkat NASA, dipandang sebagai salah satu organisasi atau badan antariksa terbesar di dunia. Berbagai penemuan serta inovasi yang telah ditampilkan kepada masyarakat dunia selama berpuluh – puluh tahun berkarya. Keterlibatan seorang Insinyur Indonesia, Marko Djuliarso mencetak sebuah kebanggaan bagi Indonesia.

 

Fakta Tentang NASA

Pada tahun 1969, badan antariksa Amerika Serikat tersebut telah mengirimkan manusia pertama yang berhasil mendarat di bulan. Selama hampir tiga dekade kemudian, NASA mengorbitkan Stasiun Angkasa Luar Internasional terbesar yang sampai sekarang masih beroperasi.

NASA berdiri pada pada 26 Juli 1958 atau sudah 61 tahun. NASA menjalani misi pertama pada tahun 1959 yang dinamakan Project Mercury atau Proyek Merkurius. Misi ini dilakukan selama beberapa tahun dan berhasil menerbangkan manusia keluar angkasa, yang pada saat itu bersaing dengan Uni Soviet.

Setelah mengalami beberapa kali kegagalan, akhirnya pada 20 Juli 1969 NASA sukses mendaratkan manusia pertama kalinya ke bulan melalui Apollo 11. Neil Armstrong merupakan astronot pertama yang berhasil menginjakkan kaki di bulan. Saat ini NASA tengah disibukkan dengan misi eksplorasi ke planet Mars.

 

Marko Djuliarso, Insinyur Asal Indonesia

Marko Djuliarso belum lama ini telah menarik perhatian publik Indonesia. Beliau merupakan ilmuwan Indonesia yang menjadi anggota tim pembuat roket di NASA pada misi ke bulan tahun 2024 mendatang. Ia terlibat dalam proyek pembuatan komponen rocket space launch system.

Marko Djuliarso merupakan seorang insinyur di bidang teknik industri. Beliau, lulus dari tiga universitas ternama di dunia. Marko menimba ilmu tentang Industrial Engineering di Universitas Tennessee, Universitas Teknologi Nanyang Singapura. Kemudian, mengambil master di bidang Science pendalaman Sistem Arsitek dan Teknik di Amerika Serikat, tepatnya di Universitas Southern California.

 

100 Lamaran Per – Minggu

Sebelum terlibat dalam beberapa proyek dan mendapat pekerjaan, ternyata Marko sempat mengalami perjalanan karier yang nggak mulus loh gais.. 

Uniknya, Marko ternyata tidak pernah bercita – cita dalam berkarir menjadi seorang insinyur di bidang roket, apalagi kedirgantaraan. Sebelum bergabung dengan Boeing, beliau menceritakan bahwa perjalanan kariernya tidak mulus. Karena, pada saat itu kondisi ekonomi Amerika Serikat pada tahun 2009 sempat sulit. Sehingga mengharuskannya untuk melamar banyak pekerjaan di negeri Paman Sam tersebut.

Selama perjalanan kariernya tersebut, Marko tidak pernah menyerah untuk terus melamar pekerjaan di AS. Selama 6 bulan, beliau dapat melamar hingga 100 pekerjaan dalam seminggu. Dan pada akhirnya usahanya pun membuahkan hasil, Marko mendapat tawaran dari Boeing saat bekerja di sebuah perusahaan produksi jendela di Dallas, AS.

 

Perjalanan Karier Marco Djuliarso

Keterlibatan Marko Djuliarso dalam proyek pembuatan roket NASA berawal dari Boeng. Marco mendapat tawaran kerja di salah satu perusahaan besar Amerika Serikat pada tahun 2009. 

Perjalanan karier Marco Djuliarso awalnya dimulai pada tahun 2005 bekerja pada Process Engineer MFS Technology hingga 2006, kemudian berlanjut pada perusahaan Chartered Semiconductor (saat ini Globalfoundries) selama setahun. Pada tahun 2007 sampai 2009 beliau bekerja ST Electronics Project Planning Engineer dan mengerjakan proyek Jalur Lingkar Transit Massal, dan pada tahun 2010 bekerja di Silverline Windows Manufacturing Engineer dan berlangsung hanya 7 bulan.

Kini, Marko telah bekerja di Boeing selama hampir 10 tahun. Sudah cukup banyak proyek besar yang dikerjakannya selain pembuatan roket NASA yang kini tengah dikerjakan. Marko ternyata pernah terlibat juga dalam pembuatan pesawat komersial 787 di Seattle dan 777 di Italia.

Begitulah informasi singkat mengenai salah satu Insinyur Indonesia, yang bergabung dengan tim pembuat roket NASA. Keren banget ya gaiss..

Gimana adakah sahabat Meddy yang memiliki keinginan untuk menjadi Insinyur juga sama seperti Marko Djuliarso? Bisa banget! kalau kalian memiliki tekad yang kuat, dengan menempuh studi di luar negeri.

 

Layanan Mediamaz Translation Service

Nah, untuk kamu yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri namun bingung perihal pengurusan dokumen. Kamu bisa konsultasikan kepada kami, Mediamaz Translation Service merupakan Jasa Penerjemah Tersumpah dna Terpercaya. Dapat membantu kamu dalam menerjemahkan dokumen ke dalam bahasa yang dituju. Segera hubungi kami.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.