Master by Research atau Master by Coursework, Pilih yang Mana ya?

Master by Research atau Master by Coursework, Pilih yang Mana ya?

Master by Research atau Master by Coursework, Pilih yang Mana ya?

Master by Research atau Master by Coursework tipe dari gelar master yang mungkin masih banyak kalangan ayng belum tahu. Terkadang banyak lulusan dari strata satu yang memiliki keinginan untuk melanjutkan studinya lagi ke jenjang selanjutnya, entah itu didalam negeri maupun luar negeri. Namun, ketika mereka mendaftar, tidak jarang dari mereka panik karena tidak mengetahui perbedaan dari berbagai jenis gelar master. 

Apa itu Gelar Magister (S2)?

Menurut berbagai sumber, Master Degree merupakan gelar akademik yang diberikan oleh universitas atau perguruan tinggi setelah menyelesaikan program studi yang menunjukkan penguasaan atau tinjauan tingkat tinggi dari bidang studi tertentu atau bidang praktik profesional.

Master degree biasanya membutuhkan studi sebelumnya di tingkat sarjana, baik sebagai gelar terpisah atau sebagai bagian dari program terpadu. Di, Indonesia dapat dibilang master degree merupakan jenjang pendidikan tinggi yang setingkat dengan S2 atau program magister.

Jika, di dunia internasional master degree memang merupakan standar tersendiri untuk menyebut jenjang pendidikan seseorang pada level internasional. Artinya, orang yang menempuh pendidikan itu harus memiliki kualitas lebih daripada sarjana S1 atau Bachelor.

Perbedaan Master by Research dengan Master by Coursework

Pada dasarnya jika di luar negeri, program master terbagi menjadi dua tipe yaitu master by research dan master by coursework

Perbedaan dari kedua tipe program master tersebut adalah, jika Master by Research tidak memiliki jadwal kelas kuliah dan tidak ada pengumpulan tugas serta ujian. Setiap mahasiswa akan memiliki seorang pembimbing, kegiatannya juga tergantung dengan topik penelitian.

Penelitiannya pun tidak selalu harus dilakukan di laboratorium, para mahasiswa bebas mencari sumber penelitian dari mana saja (baik jurnal, artikel, hasil survei dan lain sebagainya). Biasanya yang mengambil Master by Research adalah para dosen atau peneliti, yang memiliki tujuan untuk melanjutkan S3.

Bagaimana dengan Master by Coursework? Jenis program master ini dapat dikatakan sama persis dengan tata cara ketika kita kuliah S1. Mengikuti kelas perkuliahan, mengerjakan tugas dan kemudian mengikuti ujian.

Biasanya yang mengambil master ini adalah para lulusan S1 atau mereka yang telah bekerja tetapi ingin mendapatkan pengetahuan dan gelar tambahan untuk meningkatkan karir mereka. Bagi para lulusan baru memang susah untuk diterima di Master by Research, karena mereka belum memiliki pengalaman kerja dan penelitian. 

Bagaimana menentukan pilihan dari kedua program master (S2) tersebut?

Jika ingin melanjutkan studi program master (S2) di luar negeri, maka kamu harus mengetahui kebijakan setiap negara mengenai kebijakan dua tipe program master: Master by Research atau Coursework.

Misalnya di Jepang, Korea Selatan atau Taiwan. Pada umumnya negara Asia Timur ini, program master yang dilaksanakan adalah program master by research. Yang mana, kegiatan akademik dilakukan di laboratorium, pengecualiannya hanya terjadi pada saat ada perkuliahan dan para mahasiswa diizinkan untuk tidak berada di lab.

Hampir tidak ada pilihan untuk by coursework, kecuali beberapa program yang memang memiliki peraturan berbeda. Misalnya pada program master public policy di GRIPS.

Untuk negara – negara yang memiliki pilihan dalam program master tersebut seperti contoh Aussie atau UK. Di University of Sydney, misalkan terdapat pilihan mengambil master by research atau master by coursework. Untuk program master by research, biasanya gelar yang akan didapat adalah M.Phil, sementara master by coursework adalah M.Sc.

Hal yang perlu dipersiapkan sebelum mengambil gelar master (S2)

Ketika kamu memiliki keinginan untuk melanjutkan studi gelar master (S2) tak hanya tekad saja yang harus dipersiapkan, tetapi juga berbagai hal lainnya. Salah satunya biaya. Jika kamu tidak mengambil program beasiswa, maka akan ada banyak biaya yang harus dikeluarkan, apalagi jika memutuskan untuk kuliah di luar negeri.

Selain itu, pastikan juga universitas yang dipilih mempunya metode pembelajaran yang cocok untuk kamu, sehingga tidak menghambat proses pembelajaran. Persiapkan diri untuk mengikuti berbagai test tambahan seperti tes akademik dan tes Bahasa Inggris. 

Hampir semua universitas mensyaratkan untuk mengikuti tes akademik dan tes bahasa Inggris agar dapat masuk ke universitas dan jurusan yang diinginkan. Ketentuan dari penilaian dan cara tes pun setiap universitas berbeda – beda. Dan pelaksanaannya pun bisa di luar kampus tersebut atau diselenggarakan di internal kampus tertuju saja.

3 dokumen penting untuk mendaftar program master (S2) di luar negeri

Adapun 3 dokumen penting yang harus kamu persiapkan untuk mendaftar program master (S2) di luar negeri, seperti bukti akademis. Dokumen bukti akademis ini berupa ijazah S1, satu hal yang penting untuk diingat dan dilakukan adalah kamu harus terlebih dulu mentranslate ijazah ke bahasa ke negara tujuan.

Dokumen penting kedua adalah, sertifikat bahasa Inggris. Namun, dokumen ini tergantung pada negara dan universitas tujuan kamu. TOEFL dan IELTS menjadi sertifikat bahasa Inggris yang paling umum digunakan oleh para mahasiswa ketika ingin mendaftar kuliah di luar negeri.

Dan terakhir adalah surat rekomendasi dan Essay.Sebagian kampus di luar negeri mewajibkan calon mahasiswa untuk melampirkan dokumen satu ini. Surat rekomendasi berasal dari pembimbing skripsi sewaktu kuliah ataupun dekan fakultas. Sedangkan essay, dokumen yang ditulis sendiri dan berisikan tentang harapan dan latar belakang kamu.

Ijazah, serta dokumen pendukung kamu belum menggunakan bahasa yang sesuai untuk daftar ke universitas. Jangan khawatir! Kamu bisa menggunakan layanan ekspress yang Meddy miliki. Jangan panik dengan tenggat waktu, Meddy bisa menyesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.