Mediamaz Translation Service | Perusahaan Penerjemah Indonesia #1

Mengenal Sejarah Kimono Pakaian Tradisional Jepang

Jepang selain terkenal karena tempat wisatanya yang indah, Jepang juga memiliki pakaian tradisional yang cantik, yaitu kimono. Pakaian tradisional ini merupakan pakaian yang biasa di pakai oleh wanita. Pakaian tradisioanal ini memiliki daya tarik tersendiri untuk turis yang datang ke Jepang, menyewa kimono untuk berfoto agar terlihat seperti wanita Jepang merupakan hal yang wajib di lakukan ketika melancong ke Jepang.

Sebelum Anda ingin pergi ke Jepang dan mencoba kimono sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu sejarah Kimono.

Mengenal Sejarah Kimono Pakaian Tradisional Jepang

sumber: istock

Sejarah Kimono

Kimono dalam bahasa Jepang memiliki arti pakaian. Namun, setelah bertahun-tahun penggunaan kata kimono di tujukan khusus untuk baju tradisional Jepang. Kimono pertama kali muncul pada masa Heian tahun 794-tahun 1192. Sebelumnya, pada masa Nara tahun 710-tahun 794 masyarakat Jepang menggunakan satu stel pakaian yang terpisah seperti  atasan dan bawahan atau baju terusan. Ketika memasuki masa Heian kimono mulai di buat, pembuatan kimono menggunakan teknik ‘straight-line-cut’ dengan memotong kain dalam garis lurus, lalu menjahitnya.  Penggunaan teknik ‘straight-line-cut’  agar pembuat kimono tidak harus memperhatikan bentuk badan pemakainya saat membuatnya.

Kimono dengan potongan garis lurus ini memiliki banyak keuntungan. Pertama, menjadi mudah untuk di lipat. Kedua, dapat di pakai di segala cuaca. Ketiga, dapat di gunakan berlapis dan menjadi penghangat tubuh saat musim dingin, dan dapat di gunakan di musim panas karena berbahan seperti linen. Manfaat-manfaat tersebut akhirnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat jepang.

Awal Mula Kimono Berevolusi

Seiring berjalannya waktu, perkembangan mode mulai berubah dan masyarakat Jepang mulai berpikir untuk mempercantik pakaian tradisional mereka agar tampak lebih menarik dengan memberikan motif serta warna-warna yang cantik. Sejak saat itu, masyarakat jepang mulai peka terhadap warna dan mencoba untuk mengeksplor warna-warna cantik untuk pakaian mereka. Sebelum masyarakat Jepang lebih peka terhadap warna-warna biasanya hanya menggunakan kombinasi warna yang mewakili warna musiman atau kelas politik yang menjadi miliknya.

Pada masa Kamakura tahun 1192-tahun 1338 dan masa Muromachi tahun 1338-tahun 1573 pria dan wanita mengenakan kimono dengan warna cerah.  Pada masa Edo tahun 1603-tahun 1868, klan prajurit Tokugawa memimpin Jepang. Negara Jepang menjadi wilayah feudal yang di pimpin para bangsawan. Samurai dari setiap daerah kekuasaan di kenali dari warna dan pola ‘seragam’ mereka yang terdiri dari tiga bagian pakaian tanpa lengan atau Kamishimo yang di kenakan di atas kimono, dan hakama yang merupakan rok seperti celana.

Sementara pada saat memasuki masa Meiji tahun 1868-tahun 1912, Jepang sangat terpengaruhi oleh budaya asing sehingga para pejabat pemerintah dan personil militer di wajibkan oleh undang-undang untuk menggunakan pakaian barat demi kepentingan resmi. Sementara, untuk warga sipil, mengenakan kimono pada acara formal harus di hias sesuai dengan gambar latar belakang keluarganya. Namun, pada zaman ini masyarakat Jepang sudah jarang memakainya untuk kegiatan sehari-hari. Masyarakat Jepang lebih sering menggunakannya untuk acara khusus seperti pernikahan, upacara minum teh, pemakaman, serta festival musim panas.

Jenis-Jenis Kimono

Kimono memiliki beberapa jenis yang membedakan status yang memakainya serta perayaan yang di datangi. Berikut adalah jenis-jenis yang perlu Anda ketahui:

1. Furisode

Furisode merupakan kimono untuk wanita yang belum menikah atau masih lajang. Biasanya furisode di gunakan pada acara-acara khusus termasuk upacara kedewasaan, upacara pernikahan, serta upacara minum teh.

2. Komon

Komon merupakan kimono yang terbuat dari sutra dan memiliki motif yang menutupi seluruh bagian dari kimono. Biasanya, komon di gunakan untuk acara-acara kasual atau informal.

3. Tomesode

Tomesode adalah bentuk paling formal yang di pakai untuk wanita yang sudah menikah. Ciri khasnya adalah motif berwarna perak atau emas. Tomesode biasanya digunakan untuk menghadiri acara pernikahan,

4. Susohiki atau Hikizuri

Susohiki atau Hikizuri merupakan kimono khusus yang hanya dikenakan oleh Geisha atau peneri jepang. Bedanya dari yang lain adalah susohiki atau Hikizuri ini memiliki bentuk yang lebih panjang dari biasanya.

5. Iromuji

Iromuji merupakan kimono yang tak berpola dan hanya memiliki satu warna saja, iromuji dapat dipakai oleh wanita yang sudah menikah maupun masih lajang.

6. Mofuku

Mofuku adalah kimono serba hitam yang khusus dikenakan untuk upacara berkabung, baik pria atau wanita menggunakan model dan warna yang sama.

Waktu Penggunaan Kimono

Seiring dengan berjalannya waktu dan masuknya budaya barat, kini masyarakat Jepang menggunakan kimono hanya pada waktu-waktu tertentu saja. Biasanya masyarakat jepang menggunakan kimono pada saat hari perayaan, upacara, hari-hari besar, dan acara penting lainnya. Contohnya adalah upacara pernikahan, upacara kedewasaan untuk merayakan pertumbuhan anak, upacara minum teh, festival musim panas, dan lainnya. Selain itu kimono sering digunakan oleh wisatawan yang berkunjung ke Jepang  baik itu hanya sekedar untuk berfoto atau sambil berjalan-jalan santai menikmati suasana Jepang. Jika Anda ingin mencoba menggunakan kimono Anda dapat mengunjungi tempat penyewaan kimono.

Bagaimana? Setelah anda melihat sejarah tentang kimono apakah Anda tertarik untuk mengunjungi Jepang dan mencoba langsung menggunakan kimono? Jepang merupakan Negara yang cocok untuk Anda yang ingin menikmati suasana yang penuh dengan kebudayan serta hiburan yang beraneka ragam.

Jasa Penerjemah Mediamaz Translation Service

Jika Anda ingin pergi ke Jepang namun Anda tidak mengerti  bahasanya atau ada dokumen yang harus diterjemahkan namun Anda tidak mengerti? Tenang saja kami memiliki solusinya! Mediamaz Translation Service adalah perusahaan penyedia jasa penerjemah tersumpah, penerjemah profesional, interpreter bahasa & legalisasi dokumen yang berdiri sejak tahun 1998 di Indonesia. Dengan berbentuk badan hukum dibawah PT Mediamaz Solusindo Nusantara, saat ini Mediamaz Translation Service berkembang dengan pesat menjadi salah satu perusahaan penerjemah terbesar di Indonesia.

Mengapa Harus Kami?

Mediamaz Translation Service telah melayani berbagai jenis klien lebih dari 20 tahun. Dengan pengalaman dan konsistensi Kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada klien, sampai saat ini Kami dipercaya dan diakui sebagai penyedia jasa penerjemah tersumpah/non-tersumpah dan legalisasi terbaik di Indonesia.

4 langkah mudah order terjemahan di Mediamaz

1. Konsultasi

Anda dapat berkonsultasi segala kebutuhan Anda dengan tim ahli Kami Gratis

2. Penawaran

Kami akan memberikan penawaran terbaik untuk kebutuhan Anda

3. Pengerjaan

Tim Penerjemah Kami memproses penerjemahan dokumen Anda

4. Selesai

Pengecekan hasil akhir sebelum dikirimkan ke alamat Anda

 

Pesan Sekarang!

Mediamaz TS memiliki prinsip bahwa kepuasan pelanggan adalah tujuan utama kami, sehingga Mediamaz TS akan memberikan pelayanan terbaik bagi Anda. Untuk informasi lengkap hubungi  02155787254 atau cek website kami di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *