Oxford University, Berikut 5 Tradisi Unik Mahasiswa di Sana!

Oxford University, Berikut 5 Tradisi Unik Mahasiswa di Sana!

Berkuliah di kampus yang berusia hampir 1000 tahun tentu menjadi pengalaman terbaik untuk diri sendiri. Uniknya, University of Oxford memiliki tradisi yang telah dilakukan sejak ratusan tahun. Tradisi ini dilakukan dari sejak pertama kali hadir untuk bergabung menjadi mahasiswa Oxford.

 

Tradisi Balap Kura – Kura

Budaya ini berlangsung di Corpus Christi College, yang merupakan salah satu perguruan tinggi konstituen dari Universitas Oxford. Event ini biasanya diadakan pada bulan Juni, di mana  penonton akan berkumpul untuk melihat balapan hewan yang terkenal lambat tersebut.

Kura – kura yang diikutsertakan dalam lomba tersebut, tentu harus melalui beberapa proses atau tahap training khusus yang dilakukan oleh pemiliknya masing-masing. Sehingga dapat menarik para penonton dengan menunjukkan keahlian yang dimiliki kura-kura tersebut. 

 

Hubungi tim marketing kami di sini.

 

May Morning – Oxford University

Event May Morning merupakan acara tahunan yang diselenggarakan University of Oxford pada May Day (1 Mei). Acara ini dimulai pada pukul 6 pagi dengan diiringi paduan suara Magdalen College dengan menyanyikan sebuah hymne, Hymnus Eeucharisticus dari puncak menara Magdalen. Tradisi ini sudah berlangsung selama lebih dari 500 tahun.

Malam sebelum tanggal 1 Mei, seluruh civitas Oxford akan bangun semalaman hingga pukul 6 pagi. Seluruh bar dan restoran yang biasa tutup pukul 2 akan dibuka semalaman khusus pada hari tersebut. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pada pagi harinya mereka akan berkumpul di Magdalen College dan menonton pertunjukan show choir.

 

Trashing

Tradisi unik selanjutnya yaitu trashing. Tradisi ini sebenarnya mirip seperti saat kita merayakan ulang tahun, yaitu dengan melempari si wisudawan mahasiswa Oxford dengan menggunakan ‘sampah’ seperti susu, krim, saus tomat, air dan lainnya. Trashing yang biasanya dilakukan saat wisudawan selesai menyelesaikan ujian akhirnya ini biasanya juga menambahkan bahan lain untuk ‘menyerang’ wisudawan seperti glitter atau confetti.

Namun, meski terkesan kotor ada satu peraturan yang berlaku di sini yaitu confetti yang digunakan harus mengandung bahan bisa terurai secara hayati. Selain itu tradisi tidak boleh dilakukan di jalan utama kampus agar tak mengganggu.

 

Mandela-ing

Tradisi ini merupakan tradisi khusus milik salah satu college di Oxford, tepatnya Wadham, College. Sejak tahun 1980-an, setiap pesta mahasiswa di Wadham College akan berakhir dengan mahasiswa yang naik ke pundak temannya sambil menyanyikan lagu “Nelson Mandela”.

Kebiasaan atau tradisi ini begitu terkenal hingga akhirnya tahun 1987.  Organisasi Mahasiswa menetapkan kewajiban bagi para undergraduate untuk memutar/ melantunkan lagu Nelson Mandela di setiap penghujung pesta.

 

Matriculation & Sub Funch

Sebagai anggota baru dari University of Oxford, mahasiswa baru akan mengalami yang namanya matrikulasi. Kalau di Indonesia, matrikulasi identik dengan program penyetaraan bagi mahasiswa yang di jenjang pendidikan sebelumnya mengambil bidang ilmu yang sedikit berbeda dengan bidang ilmu yang saat ini ditempuh. Namun di Oxford, matrikulasi itu berupa ceremony di mana semua mahasiswa menggunakan kemeja putih dengan jas dan celana hitam, sepatu hitam, toga dan jubah hitam dengan dasi kupu-kupu berwarna putih. Kemudian semua mahasiswa memasuki gedung yang disebut dengan sheldonian theatre untuk menghadiri semacam seremoni penerimaan mahasiswa baru. 

Seremoni ini disampaikan dalam bahasa latin dan telah dilakukan selama ratusan tahun. Banyak mahasiswa di sana merasa sangat takjub dengan seremoni tersebut. Walaupun banyak orang yang beranggapan bahwa kegiatan ini tidak begitu penting. Namun terlepas dari hal tersebut, menjaga tradisi dan keunikan dari sebuah lembaga pendidikan menunjukkan betapa settlenya institusi ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *