Saling Menerjemahkan Bahasa, Namun Inilah Perbedaan Translator dan Interpreter

Saling Menerjemahkan Bahasa, Namun Inilah Perbedaan Translator dan Interpreter

Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif dalam menyampaikan ide, gagasan, pikiran, dan tujuan kepada orang lain. Setiap negara pasti memiliki bahasa daerah atau mother tongue tersendiri yang berbeda dengan negara lain. Kondisi ini tentu menciptakan adanya hambatan komunikasi, karena tidak semua orang memiliki kemampuan dalam menguasai bahasa asing. Walaupun demikian, hal ini justru membuka peluang besar bagi mereka yang memiliki kemampuan dalam menguasai bahasa asing untuk menjadi seorang translator dan interpreter. Profesi translator dan interpreter memiliki pekerjaan dalam bidang yang sama, yaitu menerjemahkan bahasa. Namun tidak sesederhana itu, terdapat perbedaan yang cukup menonjol dari kedua hal tersebut.

perbedaan translator dan interpreter

Source: Pinterest

Perbedaan Interpreter dan Translator

Kamu mungkin tidak asing ketika mendengar istilah translator, namun bagaimana dengan interpreter? Mungkin untuk sebagian orang mereka akan bertanya-tanya ketika mendengar istilah tersebut. Ternyata, meskipun keduanya serupa dalam hal menerjemahkan bahasa, keduanya tetap memiliki perbedaan loh. Berikut penjelasannya:

1. Tugas dan Tanggung Jawab.

perbedaan translator dan interpreter

Source: Pinterest

Translator memiliki arti “penerjemah”. Seorang translator bertugas untuk menerjemahkan semua kalimat dalam perkataan atau tulisan dari suatu bahasa ke bahasa lain. Dalam menjalankan tugasnya, seorang Translator biasanya akan memerlukan beberapa waktu untuk menerjemah sebuah teks. Contoh terjemahan yang dibuat oleh seorang translator dapat ditemukan pada subtitle pada film, buku / majalah asing, artikel, ataupun dokumen tertentu.

Interpreter juga bekerja sebagai penerjemah, namun situasi penerjemahannya cukup berbeda dengan translator. Kata Interpreter dapat diartikan sebagai “tukang tafsir” atau “juru bahasa” yang berfokus untuk menerjemahkan makna atau kalimat suatu bahasa ke bahasa yang dituju. Bahkan biasanya interpreter langsung menerjemahkan suatu bahasa secara langsung atau real time. Interpreter biasanya menerjemahkan bahasa secara lisan, yaitu beberapa saat setelah mendengarkan perkataan atau membaca tulisan. Tetapi, tidak semua kalimatnya akan diterjemahkan. Sebagian kalimat terkadang akan diabaikan dan tidak diartikan karena interpreter biasanya fokus pada informasi-informasi yang penting saja.

2. Gaya Penerjemahan

perbedaan translator dan interpreter

Source: Pinterest

Dalam kegiatan penerjemahan, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi hasil terjemahan dari bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Beberapa di antaranya adalah tata bahasa dan kebudayaan dari kedua bahasa, diksi yang dipilih, dan juga kesepadanan kata. Seorang translator tidak dapat menerjemahkan satu kata secara harfiah saja, tetapi harus melihat konteksnya juga. Sedangkan untuk interpreter, profesi ini mengharuskan kamu untuk menerjemahkan dan menyampaikan inti dari sebuah pesan, tanpa perlu terperinci hingga tata bahasanya.

baca juga: Skill yang Harus Dimiliki oleh Translator

3. Tingkat kerumitan

Source: Pinterest

Penting bagi translator untuk benar-benar memahami konteks yang sedang menjadi pokok utama pembahasan pada sebuah teks dan berusaha mencari terjemahan yang sepadan. Hal ini cukup rumit, apalagi jika kamu harus menerjemahkan sebuah teks sastra dan dokumen.

Namun, untuk hal yang satu ini, tidak terlalu berbeda dengan interpreter. Walaupun menerjemahkan secara real-time, penguasaan topik yang mendalam juga mejadi salah satu aspek paling terpenting bagi seorang interpreter.

4. Sumber Rujukan

Source: Pinterest

Sumber rujukan yang di jadikan acuan oleh translator biasanya berasal dari kamus, tesaurus untuk mencari sinonim kata, ensiklopedia untuk memahami topik-topik tertentu, dan masih banyak lagi. Jika translator dapat menggunakan kamus dan menggunakan berbagai macam sumber daya untuk menerjemahkan, beda halnya dengan interpreter.

Interpreter tidak menggunakan sumber daya seperti translator karena tidak perlu menerjemahkan secara rinci dan terjadi secara real-time.  Meskipun begitu, tingkat kesulitan profesi interpreter cukup tinggi. Keberadaan nterpreter biasanya berguna untuk menjadi ‘jembatan’ bagi dua pihak dengan bahasa ibu yang berbeda.

Baca juga: Tips Menjadi Seorang Penerjemah

Tertarik untuk Menjadi Penerjemah? Yuk Ikuti Bootcamp Penerjemah di Mediamaz!

Jika kamu ingin lebih meningkatkan kemampuan bahasa yang kamu miliki, yuk ikuti Bootcamp Penerjemah di Mediamaz! Kami akan memberikan yang terbaik agar kamu bisa menjadi seorang penerjemah yang berkompeten, profesional, dan bersertifikat. Dapatkan potongan harga sebesar 15% dan mulai karirmu sebagai seorang penerjemah! Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi tim kami, atau cek di website resmi Mediamaz dan klik link di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.