Cek 5 Prospek Kerja Kesehatan Masyarakat dan Gajinya!

Cek 5 Prospek Kerja Kesehatan Masyarakat dan Gajinya!

Cek 5 Prospek Kerja Kesehatan Masyarakat dan Gajinya!

Apa itu ilmu kesehatan masyarakat? Menurut modul dari Kemenkes RI, kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni memelihara, melindungi, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha masyarakat dalam pengadaan pelayanan kesehatan, pencegahan, dan pemberantasan penyakit. Selanjutnya karena mencakup kegiatan perlindungan penyakit dalam tatanan masyarakat, prospek kerja lulusan kesehatan masyarakat di Indonesia sangatlah luas.

Adapun ruang lingkup tempat kerja lulusan S1 kesehatan masyarakat mulai dari di klinik, rumah sakit, hingga dinas kesehatan. Telah hadir dan berkembang sejak masa penjajahan Belanda, kini jurusan kesehatan masyarakat tersedia di kampus Indonesia. Rekomendasi universitas dengan jurusan kesehatan masyarakat terbaik di Indonesia adalah Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Airlangga (UNAIR).

Sedangkan untuk rekomendasi kampus dengan jurusan kesehatan masyarakat terbaik di luar negerinya adalah Johns Hopkins University, University of North Carolina, dan Harvard University. Umumnya mata kuliah yang akan dipelajari pada jurusan kesehatan masyarakat adalah epidemiologi, psikologi kesehatan, kesehatan lingkungan, kebijakan kesehatan, serta keselamatan dan kesehatan kerja.

Memegang peran yang penting untuk melakukan pencegahan penyakit dan mempromosikan kampanye kesehatan, berikut Mediamaz sajikan 5 prospek kerja terbaik untuk lulusan S1 kesehatan masyarakat dan gajinya.

1. Epidemiolog

epidemiolog-unsplash

© unsplash.com

Kisaran Gaji Pekerjaan: Rp3.000.000,- sampai Rp10.000.000,-

Epidemiolog adalah seorang ahli kesehatan yang menangani penanggulangan penyebaran suatu penyakit. Adapun, biasanya tugas dari profesi epidemiolog adalah untuk mengumpulkan dan menganalisis data untuk menyelidiki masalah kesehatan.

Berdasarkan laporan dari CNN, Biro Statistik Tenaga Kerja memprediksikan bahwa profesi epidemiolog di Indonesia akan terus tumbuh hingga tahun 2026. Selanjutnya untuk bisa menjadi seorang epidemiolog, berikut adalah kualifikasinya:

  1. Kemampuan mengolah dan menganalisis data,
  2. Dapat menarik kesimpulan/solusi dari hasil analisa,
  3. Memiliki keahlian dalam menyelidiki penyakit menular, dan
  4. Mampu membuat perencanaan program kesehatan.

2. Teknik Biomedis

teknik-biomedis-unsplash

© unsplash.com

Kisaran Gaji Pekerjaan: Rp5.000.000,- sampai Rp35.000.000,-

Teknik biomedis adalah bidang keilmuan sains yang memadukan metode rekayasa, sains, dan teknologi untuk mendiagnosa masalah medis. Menjadi sektor yang juga sedang berkembang pesat, tugas seorang teknik biomedis umumnya adalah sebagai operator, melakukan pengawasan terhadap alat medis, hingga mengembangkan perangkat kesehatan baru.

Seorang teknik biomedis memegang peran yang sangat penting pada kemudahan di dunia medis. Selanjutnya, berikut adalah beberapa kualifikasi yang harus ada pada seorang teknik biomedis:

  1. Mampu mengoperasikan alat/teknologi kesehatan,
  2. Terbiasa melakukan penelitian, dan
  3. Kemampuan analisis dan pemecahan masalah yang baik.

BACA JUGA: 5 Prospek Kerja Terbaik di Sektor Agribisnis Indonesia

3. Biostatistician

Biostatistician-unsplash

© unsplash.com

Kisaran Gaji Pekerjaan: Rp3.000.000,- sampai Rp7.000.000,-

Menurut Career Explorer, biostatistician adalah seorang ahli yang menerapkan ilmu matematika, statistik, dan data kepada biologi. Tugas seorang biostatistician adalah untuk mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas data kunci untuk melakukan penelitian biologis pada bidang kedokteran dan pertanian.

Erat pekerjaannya dengan penggunaan alat statistik, berikut adalah kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang biostatistician:

  1. Mampu melakukan analisa pada data medis,
  2. Mempunyai mindset solutif terhadap permasalahan medis, dan
  3. Cakap dan terbiasa dalam melakukan penelitian.

4. Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

k3-unsplash

© freepik.com

Kisaran Gaji Pekerjaan: Rp10.000.000,- sampai Rp12.000.000,-

Ahli keselamatan dan kesehatan kerja adalah tenaga teknis yang memiliki keahlian untuk mengawasi keselamatan dan kesehatan yang terjadi pada lingkungan kerja. Adapun, tugas seorang ahli keselamatan dan kesehatan kerja adalah untuk melakukan evaluasi kebijakan protokol keselamatan perusahaan dan mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Harus memiliki sertifikat pendidikan khusus keselamatan dan kesehatan kerja, berikut adalah kualifikasi lainnya:

  1. Telah mengikuti pelatihan K3 umum dan mendapatkan sertifikasi dari Kemnaker RI,
  2. Merupakan sarjana muda dengan pengalaman kerja pada bidang keahlian minimal 2 tahun, dan
  3. Bekerja penuh pada perusahaan yang bersangkutan.

BACA JUGA: Ada People Engagement! Ini 5 Prospek Kerja Jurusan Psikologi

5. Ahli Gizi

ahli-gizi-unsplash

© freepik.com

Kisaran Gaji Pekerjaan: Rp3.000.000,- sampai Rp8.000.000,-

Ahli gizi adalah profesi yang bertugas untuk melakukan upaya pemeliharaan dan perbaikan pada gizi masyarakat. Umumnya di Indonesia terdapat dua jenis ahli gizi profesional, yaitu ahli gizi dan ahli gizi madya.

Selanjutnya untuk menjadi seorang ahli gizi, seorang dokter umum perlu menyelesaikan pendidikan S2 gizi. Tetapi selain itu, berikut adalah kualifikasi lainnya:

  1. Mampu berpikir kritis,
  2. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, dan
  3. Dapat membuat perencanaan kegiatan program gizi.

Sudah Siap Kuliah Jurusan Kesehatan Masyarakat di Universitas Pilihan?

Jika Anda perlu cepat untuk melakukan translasi dan legalisasi dokumen persiapan kuliah di universitas luar negeri, maka Mediamaz Translation Service bisa menjadi solusi andalan.

Karena dengan menggunakan layanan legalisasi kami, dokumen Anda akan bisa memiliki keabsahan di mata hukum internasional dengan cepat. Sehingga, Anda pun dapat langsung menggunakan dokumen yang telah dilegalisir untuk kebutuhan tujuan. Cek informasi terkait layanan kami di website Mediamaz sekarang!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.