Sejarah Bahasa Korea

Sejarah Bahasa Korea

Saat ini Korea sedang mencoba untuk berkembang dan mendominasi pasar dunia melalui industri musik. Dapat terbukti bahwa saat ini banyak sekali masyarakat khususnya Indonesia yang sudah mulai tertarik dengan Korea. Banyak sekali orang yang ingin mengunjungi Korea dengan tujuan yang berbeda seperti melanjutkan studi, liburan ataupun bertemu dengan idol favoritnya. Namun tahukah kamu kalau tidak semua orang korea bisa berbahasa Inggris, bahasa yang menjadi standar dunia. Jika kamu ingin pergi ke Korea setidaknya kamu harus menguasai bahasa Korea terlebih dahulu. Berbicara tentang bahasa Korea, tahukah kalian bagaimana bahasa Korea itu dapat terbentuk? dan sejak kapan bahasa Korea sudah ada? Artikel ini akan membahas tentang sejarah dan juga perjalanan dari bahasa Korea itu sendiri. Yuk disimak!

Sejarah bahasa Korea, Hangeul (한글; dibaca [ˈhɑːŋɡʊl] (D dengarkan)), atau Joseon-geul/Chosǒn’gŭl (di Korea Utara) adalah alfabet yang digunakan untuk menulis Bahasa Korea.[2] Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong yang Agung (1397-1450) pada tahun 1443 masa Dinasti Joseon. Meskipun tulisan Hangeul terlihat seperti tulisan ideografik (tulisan dalam bentuk ‘simbol’ seperti aksara Tionghoa), Hangeul sebenarnya merupakan abjad fonetik atau alfabet, karena setiap hurufnya merupakan lambang vokal dan konsonan yang berbeda. Alfabet Hangeul terdiri dari 24 huruf (jamo)— 14 huruf mati (konsonan) dan 10 huruf hidup (vokal). Sebenarnya Hangeul masih mempunyai 3 konsonan dan 1 buah huruf vokal, namun dihilangkan. Selain untuk menuliskan bahasa Korea, Hangeul juga dipakai untuk bahasa suku Cia-Cia, di Sulawesi Tenggara, Indonesia. Setiap tanggal 9 Oktober di Korea Selatan diperingati sebagai Hari Hangeul.

Hangeul atau tulisan Korea ternyata diciptakan oleh seorang Raja Korea lho smart buddies. Yap, ia adalah raja ke empat dari Dinasti Joseon yang bernama Raja Agung Sejong. Pada saat itu, walaupun orang Korea sudah mempunyai bahasa lisan sendiri, mereka masih harus menggunakan abjad atau sistem tulis Cina. Namun, hanya keluarga kerajaan dan bangsawan saja yang mempunyai akses untuk belajar bahasa rumit tersebut. Sehingga masyarakat di luar golongan tersebut mengalami buta huruf.

Raja Sejong percaya jika semakin banyak orang Korea yang bisa baca tulis, maka rakyatnya akan semakin makmur. Akhirnya pada tahun 1443, Raja Sejong membuat 24 abjad sederhana (14 huruf konsonan dan 10 huruf vokal) yang dapat langsung dipelajari oleh golongan manapun. Pada masa itu, bahasa baru tersebut disebarkan melalui lagu anak-anak, sehingga mudah untuk dimengerti oleh anak-anak dan golongan yang tidak berpendidikan.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Hangeul

https://blog.ruangguru.com/sejarah-dan-fakta-menarik-bahasa-korea-yang-perlu-kamu-ketahui

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.