Serba-serbi Keunikan Budaya China Yang Wajib Kamu Tahu

Republik Rakyat Tiongkok atau yang dikenal dengan negara China merupakan salah satu bagian dari Asia Timur yang sering kali mendapat perhatian dunia terutama karena budayanya yang kaya. Budaya China mempengaruhi banyak budaya lainnya di dunia termasuk Indonesia sehingga tidak heran jika di Indonesia banyak ditemui kemiripan budaya dan juga etnis Tionghoa. 

China memegang urutan nomor satu di dunia akan jumlah populasi manusia nya yang mencapai angka 1,4 milyar dan mengalahkan negara-negara lainnya seperti India dan Amerika Serikat. Akulturasi budaya China dipengaruhi oleh factor sejarah bahwa rakyat China gemar melakukan perjalanan keliling dunia yang bertujuan untuk melakukan perdagangan. 

budaya china

via flickr.com

Orang Tionghoa pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-5 Masehi dengan tujuan melakukan hubungan perdagangan dengan Nusantara. Menurut informasi yang kami lansir dari merdeka.com etnis Tionghoa yang masuk ke Indonesia pada saat itu berasal dari bangsa Mongol yang memilih menetap di Indonesia dan tidak kembali ke tempat asal mereka. 

Selama menetap di Indonesia, etnis Tionghoa terkenal akan sifat rajin dan pandai mencari uang terutama dalam bidang perdagangan. Bukan hal yang asing lagi jika hingga saat ini budaya perdagangan China dipraktikan di Indonesia karena budaya China sangat berpengaruh di Indonesia. Lalu bagaimana dengan budaya China lainnya yang belum anda ketahui?

Pada artikel kali ini kami akan memberikan informasi kepada anda mengenai serba-serbi keunikan budaya China.

KARAKTERISTIK NEGARA CHINA

Negara China selain terkenal akan budaya dan tradisinya yang beragam, China juga terkenal akan karakteristik wilayahnya yang luas. Ibukota negara China adalah Beijing yang dimana menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi China hingga internasional. Secara geografis RRT berbatasan langsung dengan Mongolia dan Rusia yang berada di bagian Utara, bagian Timur wilayahnya berbatasan langsung dengan Korea Utara dan untuk bagian Selatan negara China juga berbatasan langsung dengan Laos, Vietnam, India dan Nepal. 

Wilayah di Tiongkok dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu Tiongkok Utara, Tiongkok Selatan, Tiongkok Timur. Ketiganya memiliki perbedaan karakteristik alam dimana wilayah Utara merupakan wilayah yang datar serta tanah yang berdebu (wilayah Sanghua). Tiongkok Selatan merupakan wilayah yang dipenuhi dengan pegunungan (Pegunungan Tsi Lin) , dan untuk wilayah Tiongkok Timur banyak ditemui danau dan sungai-sungai yang juga dijadikan tempat wisata alam seperti di Danau Poyang.

BUDAYA KHAS CHINA

  • Budaya China – Agama

Pada awalnya masyarakat China tidak menganut agama karena dipengaruhi oleh faktor negara komunis, dan ada sekitar 73.56 persen masyarakatnya yang tidak memiliki agama. Menurut informasi yang kami peroleh dari https://www.livescience.com/28823-chinese-culture.html mengenai perkembangan umat Beragama di China bahwa Dewan Hubungan Luar Negeri di China telah menetapkan 5 agama resmi yang terdapat di China.

Agama tersebut adalah Buddha, Taoisme, Islam, Katolik dan Protestan, selain agama yang disebutkan maka hukumnya adalah illegal meskipun pemerintah China menyatakan bahwa rakyatnya memiliki kebebasan dalam beragama. 

Ada sekitar 7.6 persen masyarakat China yang menganut agama Taoisme. Agama Taoisme adalah agama sekaligus filosofi dari tiongkok kuno dan sudah ada sejak 500 SM. Taoisme pertama kali dikenalkan oleh Lao Tzu yang juga merupakan seorang filsuf China. Agama Taoisme mengajarkan bahwa manusia dan hewan hidup berdampingan dan harus seimbang dengan Tao (Alam semesta). 

Yin dan Yang (Kekuatan Penyeimbang) merupakan sumber atau ide utama dari ajaran agama Taoisme yang dimana mewakili keserasian terhadap terang dan gelap, panas dan dingin, kecepatan dan keterlambatan dan semuanya bekerja secara menyeluruh menuju alam semesta.

  • Budaya China – Bahasa

Bahasa China merupakan bahasa tertua di dunia dengan usia lebih dari 6000 tahun yang lalu. Kaligrafi China ditulis menggunakan symbol-simbol yang mewakili setiap kosa kata dalam bahasa. Ada tujuh kelompok besar dialek dalam bahasa China dan ada sekitar 71,5 persen populasi yang menggunakannya. 

Dialek-dialek tersebut antara lain adalah Wu, Yue, Xiang, Min, Hakka, dan Gan. Penggunaan dialek tentu saja dibedakan berdasarkan wilayah yang ada di China, misalnya untuk dialek Wu digunakan di Shanghai, Yue digunakan di Macau dan Hong Kong. 

Bahasa yang umumnya digunakan sehari-hari adalah bahasa Mandarin atau dikenal dengan Putonghua yang biasa digunakan di Beijing atau wilayah ibukota, namun karena faktor globalisasi, kini sudah banyak masyarakat di China yang fasih berbahasa Inggris dan menggunakannya sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. 

  • Budaya China – Budaya Makan & Etika

Makanan China terkenal karena rempah-rempahnya yang kaya dengan cita rasa yang pedas. Sama seperti halnya dengan Indonesia, makanan China memiliki karakteristiknya masing-masing tergantung pada wilayah. Ada lima wilayah utama di China yang memiliki perbedaan makanan, seperti China Utara, Barat, Pusat, Timur dan Selatan.

  1.  China Utara

Ciri khas makanan di wilayah Utara adalah makanan yang terbuat dari bahan tepung seperti Roti hingga sajian mie. Di wilayah Utara banyak terdapat kelompok muslim sehingga tidak sulit untuk menemukan menu halal karena pada dasarnya masyarakat di wilayah Utara mengkonsumsi daging (sapi, ayam, kambing). Ada juga menu yang berasal dari laut yang terletak di Provinsi Shandong.

2.  China Barat – Makanan Khas Tibet, Xinjiang

Xinjiang merupakan wilayah multi etnis sehingga tidak heran jika makanan di daerah ini sangat bervariasi. Metode memasaknya kebanyakan dengan menggoreng, mengukus dan merebus. Selain terkenal akan kuliner Xinjiang, bagian negara China lainnya yang juga terkenal akan kulinernya adalah Tibet.

Masakan tradisional Tibet berbeda dengan wilayah lainnya di China yang terkenal akan cita rasa yang pedas. Umumnya makanan khas Tibet tidak menggunakan bumbu pedas. Bagi anda yang tertarik mengunjungi China jangan lupa untuk mencoba makanan khas terutama di wilayah Barat. 

3.  China Pusat

Wilayah Pusat merupakan salah satu wilayah yang memiliki keunikan terutama untuk makanan khasnya. Wilayah yang populer di wilayah Pusat adalah Provinsi Sichuan yang terkenal akan “Merica Sichuan”. 

Teknik pengawetan makanan juga terkenal di wilayah Pusat dengan banyak ditemukannya petani-petani yang mengawetkan hasil panen menjadi acar sayuran atau tahu. 

4.  China Timur

Wilayah bagian Timur China adalah Shanghai, Hangzhou, Nanjing, Xiamen dengan ciri khas makanan manis. Masakan di wilayah Timur biasanya banyak menggunakan gula, anggur (wine cooking) cuka dan kecap. 

5.  China Selatan

Wilayah bagian Selatan China seperti Yunnan, Guizhou, dan Hunan memiliki makanan khas dengan cita rasa pedas dan asam. Masyarakat di wilayah ini umumnya membuat minyak, anggur beras dan kue ketan hingga daging asap sendiri untuk disimpan beberapa waktu kedepan sebagai bahan makanan.

Negara China merupakan negara yang banyak mengajarkan nilai-nilai kesopanan dalam lingkungan masyarakat. Nilai kesopanan menurut etika tradisional memiliki aturan yang ketat seperti cara berjalan, bertutur kata, hingga tata krama saat di meja makan. Sebelum anda mengunjungi China, pastikan untuk mengetahui etika apa saja yang harus diperhatikan ketika sedang makan. Berikut merupakan table manner yang harus anda ketahui:

  • Sumpit merupakan alat makan yang dipakai oleh seluruh rakyat China karena selain memiliki fungsi sebagai alat makan, makan menggunakan sumpit juga memiliki nilai filosofi yang tinggi
  • Nasi disajikan secara terpisah menggunakan mangkuk kecil dan hidangan pendamping seperti sayur atau daging biasanya disajikan dalam mangkuk yang besar dengan tujuan agar semua anggota keluarga atau tamu bisa makan Bersama
  • Secara tradisi, biasanya orang China makan diatas meja bundar, terutama ketika makan Bersama keluarga
  • Pada saat acara jamuan keluarga, anggota keluarga yang muda biasanya memberikan makanan kepada yang lebih tua terlebih dahulu sebagai bentuk untuk menunjukkan rasa hormat
  • Khusus untuk makanan dengan jenis sup di dalam budaya China dilarang untuk mengeluarkan suara 
  • Adalah sesuatu yang tidak sopan jika anda menunjuk seseorang menggunakan sumpit atau bermain dengan alat makan tersebut
  • Jangan memasukkan sumpit ke dalam mangkuk yang berisi nasi karena akan dianggap sebagai pemujaan terhadap leluhur

Budaya & Kesenian Khas China

Kaligrafi China tidak bisa dilepaskan dari komunikasi spiritual yang ditulis oleh penulis. Tulisan kaligrafi digunakan sebagai ramalan pada masa dinasti Shang (1600-1046 SM). Keindahan garis yang dituangkan dalam kaligrafi atau lukisan bergaya China memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap seni lainnya di China. 

Mulai dari perunggu ritual, gorden, tembikar (gerabah), patung dan lain-lain semuanya terdapat unsur kaligrafi China. Di dalam kesenin China terutama pada masa kuno memiliki fungsi sosial dan moral dengan ditemukannya lukisan dinding kuno yang menggambarkan cerita kaisar baik hati, orang-orang yang bijak jenderal yang setia hingga musuh yang jahat sebagai pembelajaran hidup manusia.  

Alat musik khas China merupakan bagian terpenting dalam kebudayaan orang Tionghoa seperti Xun yang merupakan seruling China dan Guqin atau instrument seperti gitar. Negara China juga memiliki seni bela diri yang disebut dengan Kung Fu. 

Anda tentunya sudah tidak asing bukan dengan aktor ternama asal negeri tirai bambu yang mendunia Jet Lee?? Jet Lee terkenal akan perannya terutama dalam memperagakan Gerakan-gerakan kung fu. Teknik dalam seni bela diri kung fu mengambil banyak Gerakan yang berasal dari hewan seperti salah satunya adalah belalang sembah.

Festival Kebudayaan China

Festival terbesar di China adalah festival musim semi atau yang biasa dikenal dengan Tahun Baru Imlek. Perayaan tahun baru Imlek biasanya dirayakan setiap bulan Februari dimana tahun baru ini dirayakan untuk menghormati para leluhur. Biasanya pada tahun baru ini diadakan libur nasional termasuk di Indonesia dan perayaannya dilakukan dengan menyalakan sejumlah kembang api dan perayaannya identik dengan warna serba merah.

Festival yang selanjutnya adalah festival 24 istilah matahari atau yang kita kenal dengan zodiak bulan kelahiran. Istilah festival ini pertama kali digunakan oleh petani di China kuno sebagai bentuk panduan mereka dalam urusan kegiatan pertanian. Festival ini biasanya digunakan sebagai penanda perubahan musim, cuaca.

Itulah informasi yang kami sajikan mengenai keunikan budaya yang ada di China, apakah anda tertarik dan memiliki plan untuk sekedar berlibur ke China atau melanjutkan Pendidikan ke Negara dengan budaya unik tersebut? sebelum memiliki plan ke China ada baiknya untuk belajar mengenai budaya maupun bahasa nya agar anda dapat menjalin relasi yang lebih baik lagi dengan warga lokal. Kami Mediamaz Translation Service siap membantu anda dalam mengurus berbagai macam dokumen bahasa asing hingga paspor untuk anda yang ingin berbisnis atau studi Pendidikan ke China. Translator kami merupakan translator terpercaya dan sudah mendapat pengakuan atau legalisasi bersertifikat. Kami mempermudah pengurusan dokumen dan paspor anda sesuai dengan negara tujuan anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *