Sistem Pendidikan di Indonesia Saat Ini Yang Harus Kamu Tahu!

sistem pendidikan di indonesia

Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk membangung karakter setiap individu. Pendidikan biasanya kita kenal secara umum berada di lingkungan sekolah atau perguruan tinggi, namun seperti yang kita ketahui Pendidikan setiap individu dimulai ketika mereka terlahir ke dunia dengan bimbingan dari orang tua masing-masing. Lingkungan terdekat sangat berpengaruh terhadap karakter seseorang namun hal tersebut dapat ditepis oleh bagaimana seseorang tersebut memilih untuk bertindak seperti apa jadinya kelak. Jika Pendidikan karakter berdasarkan lingkungan sangat mempengaruhi kepribadian seseorang, lantas bagaimanakah untuk Pendidikan nasional sendiri? Apakah sistem Pendidikan di Indonesia yang sudah diterapkan efektif untuk membangun karakter bangsa terutama dimasa pandemic seperti sekarang ini? Pada artikel kali ini kami akan memberikan informasi kepada anda mengenai sistem Pendidikan yang ada di Indonesia mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.

Namun sebelum masuk pada pembahasan inti, apakah anda tahu apa yang dimaksud dengan Pendidikan dan sistem Pendidikan itu sendiri? Anda tentunya sudah tidak asing bukan dengan semboyan Ki Hajar Dewantara yang sejak dulu diajarkan oleh guru di sekolah? Semboyan tersebut berbunyi “Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani” dalam semboyan tersebut Ki Hajar memberikan tafsiran masing-masing seperti Ing Ngarso Sung Tulodo memiliki arti untuk pemimpin, guru, pengajar. Ing madyo mangun karso memili arti bahwa guru, pemimpin, pengajar lainnya haruslah menjadi panutan bagi muridnya, dan Tut wuri handayani yang memiliki arti bahwa pengajar harus bisa memberikan semangat untuk murid-muridnya.

PENGERTIAN PENDIDIKAN

Ada banyak penafsiran mengenai Pendidikan oleh para ahli, salah satunya adalah menurut Aristoteles. Filsuf Yunani tersebut memberikan penafsirannya mengenai Pendidikan yaitu Pendidikan sendiri merupakan sesuatu hal yang telah dipersiapkan oleh manusia untuk suatu pekerjaan atau kegiatan yang layak, sedangkan menurut Al-Ghazali berdasarkan laman akseleren.co.id Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia sejak saat kemunculannya ke dunia dengan menerapkan ilmu yang telah dipelajarinnya secara bertahap, proses pengajaran tersebut merupakan tanggung jawab orang tua. Sudah jelas disini bahwa pada dasarnya Pendidikan sangat penting bagi manusia untuk beretika dengan manusia lainnya.

APA ITU SISTEM PENDIDIKAN?

Dilansir dari laman https://www.edglossary.org/education-system/ mengenai sistem Pendidikan, yang dimaksud dengan sistem Pendidikan adalah segala sesuatu yang sudah tertata dengan rapi dan memiliki aturan yang digunakan untuk mendidik siswa di sekolah. Sistem Pendidikan ternyata tidak hanya berlaku untuk siswa maupun mahasiswa saja, dalam hal ini negara juga memiliki sistem Pendidikan yang digunakan sebagai pembentuk karakter atau norma-norma bagi pemerintah maupun warga negara. Dalam sistem Pendidikan sendiri dibuat dengan memiliki sistem seperti hukum dan sejumlah kebijakan bagi siswa, adanya pendanaan public, fasilitas sekolah, sumber daya alam, materi pembelajaran dan segala sesuatu yang berada di ranah Pendidikan lainnya.

Sejarah singkat Pendidikan di Indonesia

Sebelum sistem Pendidikan negara Indonesia seperti yang kita kenal sekarang mulai dari jenjang SD hingga jenjang Pendidikan kuliah, Pendidikan di Indonesia bermula ketika era Buddha dan Hindu yang pada saat itu sistem pendidikannya berdasarkan nilai-nilai agama dan leluhur. Semasa Belanda menjajah Indonesia, Belanda lah yang pertama kali mengenalkan Pendidikan sekolah dasar ke tanah air. Sebelum masa colonial Belanda, di Indonesia sendiri yang berpeluang untuk mendapatkan Pendidikan biasanya dilihat dari status sosial mereka seperti keturunan bangsawan hingga orang-orang Eropa itu sendiri. Melansir dari  k12academics.com bahwa ada orang Belanda yang pertama kali membawa peluang bagi pribumi untuk bisa merasakan dunia Pendidikan, orang tersebut adalah Conrad Theodor van Deventer, beliau merumuskan kebijakan pada tahun 1870 dengan membuka beberapa sekolah seperti salah satunya adalah “Sekolah rakjat” yang merupakan cikal bakal dari sekolah dasar di Indonesia.

Hingga pada tahun 1930 an jumlah sekolah dasar negeri dan swasta untuk penduduk asli Indonesia mengalami peningkatan dengan jumlah sekolah sekitar 3.108 dengan penambahan fasilitas perpustakaan sekitar 3000, namun pengeluaran untuk anggaran sekolah mengalami penurunan drastic pada 1930 akibat krisis ekonomo yang terjadi pada saat itu.

Seperti yang sudah kita ketahui pada pelajaran sejarah, masa colonial Belanda di Indonesia memiliki peraturan terutama di jenjang pendidikannya yang mengharuskan masyarakat pribumi atau golongan Chinese untuk menguasai bahasa Belanda, sebab hal tersebut dijadikan syarat utama bagi mereka yang ingin mendaftar di perguruan tinggi.

Boleh dibilang jika Pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan ketika masa colonial Belanda dan tercatat untuk tahun 1930 ada sekitar 7% dari populasi di pulau Jawa yang melek huruf dan sekitar  2% yang fasih berbahasa Belanda. Lalu bagaimanakah dengan perkembangan sistem Pendidikan di Indonesia saat ini? simak informasi dibawah ini ya!

PERKEMBANGAN SISTEM PENDIDIKAN di INDONESIA

Berikut merupakan jenjang Pendidikan di Indonesia :

  1. Pendidikan SD (Sekolah Dasar)

Jenjang Pendidikan ini di Indonesia tergolong wajib sebelum memulai lanjut ke tahap atau jenjang Pendidikan yang lebih tinggi. Biasanya sebelum masuk SD (Sekolah Dasar), para orang tua akan terlebih dahulu memasukkan anak mereka ke PAUD namun hal ini bersifat tidak wajib karena di jenjang ini hanya untuk membantu anak-anak mereka untuk mengenal dunia belajar seperti CALISTUNG (Baca, Tulis dan Berhitung) dasar. Usia resmi untuk masuk sekolah dasar adalah 7 tahun akan tetapi banyak orang tua yang memasukkan anak mereka ke sekolah dasar dengan usia 6 tahun.

(Jenis-Jenis SD di Indonesia)

  • Sekolah Dasar Negeri
  • Sekolah Dasar Swasta Umum
  • Sekolah Dasar Swasta Islam
  • Sekolah Dasar Swasta Katolik
  • Sekolah Dasar Swasta Kristen
  • Sekolah Dasar Luar Biasa
  • Sekolah Dasar Corporate Social Responsibility : sekolah dasar khusus untuk masyarakat yang berada di lingkungan korporasi atau anak-anak dari karyawan yang bekerja di sebuah korporasi tertentu
  • Sekolah Dasar Alam : sekolah dasar yang sistem pembelajarannya terbuka dengan alam sekitar, bahan ajar media nya juga memanfaatkan alam.
  • Sekolah Dasar Home Schooling

 

  • 2.Pendidikan SMP (Sekolah Menengah Pertama)

Jenjang Pendidikan selanjutnya adalah Pendidikan menengah pertama. Setelah berhasil melewati tahap di sekolah dasar dengan lama Pendidikan yaitu 6 tahun, sekolah menengah pertama memiliki lama waktu sekitar 3 tahun (kelas tujuh sampai kelas Sembilan). Yang membedakan jenjang Pendidikan ini dengan sekolah dasar adalah terletak pada mata pelajaran tambahannya yang sudah mulai mempelajari tentang ilmu alam dan pengetahuan sosial. Pada jenjang ini, murid sudah dibiasakan untuk melakukan sejumlah hafalan yang memiliki fungsi untuk melatih kemandirian dan ingatan siswa terkait mata pelajaran. Syarat yang harus diikuti siswa di jenjang ini untuk mencapai target kelulusan adalah dengan mengikuti UN atau ujian nasional dengan format pilihan ganda. Namun dalam beberapa tahun terakhir, penerapan UN sudah mulai dihilangkan dan pemerintah menggantinya dengan sistem nilai rapot untuk saat ini.

(Jenis-jenis SMP di Indonesia)

Sama seperti halnya dengan jenis sekolah dasar, berikut merupakan jenis-jenis sekolah menengah pertama di Indonesia

  • Sekolah Menengah Pertama Negeri
  • Sekolah Menengah Pertama Swasta Umum
  • Sekolah Menengah Pertama Swasta Islam
  • Sekolah Menengah Pertama Swasta Kristen
  • Sekolah Menengah Pertama Swasta Katolik
  • Sekolah Menengah Pertama Home Schooling
  • Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa
  • 3. Pendidikan SMA / SMK (Sekolah Menengah Atas & Sekolah Menengah Kejuruan)

Siswa yang telah berhasil lulus di sekolah menengah pertama selanjutnya akan masuk ke tahap Pendidikan SMA atau SMK. Yang membedakan SMA dengan SMK adalah terletak pada minat masing-masing siswa akan jurusan. Jika di SMA (Sekolah Menengah Atas) memiliki sistem Pendidikan dengan menerapkan 2 pilihan jurusan yang diantara nya adalah kelas IPA & IPS, jenjang SMK memiliki sistem Pendidikan dengan fokus menerapkan program kerja kepada siswanya sesuai dengan minat mereka masing-masing. Bagi lulusan SMA dan SMK sendiri tentunya sama-sama memiliki peluang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Ada banyak variasi jurusan yang ditawarkan di Pendidikan SMK seperti jurusan perhotelan, pariwisata, kesehatan masyarakat, teknik mesin, teknik computer dan masih banyak lagi yang lainnya, namun jurusan yang memiliki minat paling banyak adalah jurusan SMK multimedia terutama di era industri kreatif saat ini yang dimana kebutuhan akan desain sedang tinggi.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SISTEM EDUKASI DI INDONESIA

Ketika sistem Pendidikan mengalami perubahan, maka sejumlah perubahan tersebut tentunya diikuti dengan perkembangan zaman yang ada. Bukan tidak mungkin jika sistem Pendidikan yang ada di Indonesia juga mengalami perubahan, seperti yang dicontohkan pada beberapa kurikulum di Indonesia yang mengalami perubahan juga. Jika sebelumnya pasti diantara anda ada yang pernah merasakan era kurikulum KTSP 2006 atau K13 pasti anda merasakan bukan beda antara kedua kurikulum tersebut? Kurikulum di Indonesia dengan standar KTSP 2006 memiliki ciri khas dimana mata pelajaran menggunakan pendekatan yang berbeda di setiap mata pelajaran dengan total ada sebelas mata pelajaran yang harus dikuasi oleh siswa. Sedangan pada K13 (kurikulum 2013) memiliki ciri khas dimana kurikulum ini memiliki pendekatan yang saintifik atau sama yang mewajibkan siswa untuk berpikir kritis serta memiliki keterampilan dan pengetahuan akan mata pelajaran, total mata pelajaran untuk K13 adalah 6 mata pelajaran.

Salah satu factor yang menjadi permasalahan sistem Pendidikan di Indonesia adalah karena terlalu seringnya pergantian kurikulum, lalu bagaimana dengan kelebihan dan kelemahan lainnya?

KELEBIHAN SISTEM EDUKASI di INDONESIA

  1. Biaya Pendidikan yang terjangkau, dalam hal ini negara sudah memfasilitasi dan menanggung biaya Pendidikan di Indonesia. Contohnya adalah dana bantuan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dimana program ini banyak membantu sekolah untuk menggratiskan buku-buku pelajaran.
  2. Sistem Pendidikan transparan, guru dapat mengawasi langsung proses belajar siswanya serta ikut mengembangkan potensi siswa di sekolah
  3. Penerimaan siswa mudah untuk dipertimbangkan, pasti anda sudah tidak asing bukan dengan sistem zonasi yang sekarang diterapkan? Sistem tersebut mempermudah pelajar di Indonesia yang memiliki kesulitan dalam mencari sekolah yang jaraknya jauh dari rumah loh!

KELEMAHAN SISTEM EDUKASI di INDONESIA

  1. Tenaga pendidik yang belum merata, kekurangan tenaga pendidik menjadi salah satu factor lemahnya sistem Pendidikan di negara ini. Bagaimana tidak? Kebanyakan tenaga pendidik sekarang mengejar wilayah perkotaan sedangkan untuk wilayah yang bukan perkotaan sulit untuk mendapatkan tenaga pendidik
  2. Sarana Pendidikan yang belum merata, yang menjadi kelemahan selanjutnya adalah karena Pendidikan di negara ini kurang dalam hal sarana dan prasarana sekolahnya. Wilayah yang sulit dijangkau aksesnya atau wilayah pedalaman sering kali kurang mendapat perhatian terutama dalam hal Pendidikan, bukan tidak mungkin jika banyak nya minat belajar di wilayah tersebut terhalang hanya karena fasilitas sekolah mereka yang kurang terlebih lagi sekarang ini kita sedang menghadapi revolusi industri dimana semua kegiatan mengandalkan teknologi dan internet, akan susah bagi mereka yang belajar dengan tidak menggunakan fasilitas seperti computer atau internet.
  3. Kurikulum bersifat teoritis, bukan hal yang tidak biasa lagi jika kurikulum di Indonesia masih bersifat lemah. Salah satu factor nya adalah karena kurikulum kebanyakan masih bersifat teoritis yang menyebabkan para siswa atau sarjana ketika lulus hanya mengandalkan teotiris saja ketimbang praktiknya secara langsung. Masih banyak Lembaga pendidikan yang jarang membekali pendidiknya dengan ilmu-ilmu soft skill atau hard skill sehingga pendidik terkesan sulit untuk memahami dunia kerja ketika mereka sudah lulus akibat kurangnya penerapan dua hal tersebut.

Itulah artikel yang kami sajikan untuk anda mengenai perkembangan sistem Pendidikan yang ada di Indonesia. Di Indonesia sendiri sebenarnya sistem Pendidikannya sudah masuk dalam kategori yang cocok untuk diterapkan, namun mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang luas maka hal-hal seperti kurang meratanya sarana hingga tenaga pendidik adalah hal yang harus dibenahi dan dikembangkan agar sistem Pendidikan menjadi rata hingga ke seluruh pelosok negeri. Tidak ada yang tidak mungkin untuk membuat negeri ini maju terutama dalam hal pendidikannya, setiap orang memiliki mimpi yang besar ketika berbicara mengenai Pendidikan. Pemerintah juga sudah berupaya untuk memajukan Pendidikan di Indonesia agar setara dengan negara maju lainnya, dalam hal ini anda tentunya bebas memilih untuk menuntut ilmu kapan saja dan dimana saja sesuai dengan keinginan anda.

Ada banyak sekali sekolah hingga perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki akreditasi baik. Tidak ada salahnya jika anda mencoba peruntungan ke luar negeri untuk menggapai cita-cita anda, namun sebelum memiliki plan ke negara tujuan anda, ada baiknya untuk melihat tips-tips masuk Universitas dengan jurusan pilihan anda agar anda dapat mengetahui hal apa sajakah yang menjadi syarat untuk dapat masuk dan diterima di Universitas tersebut. Kami Mediamaz Translation Service siap membantu anda dalam mengurus berbagai macam dokumen bahasa asing hingga paspor untuk anda yang ingin berbisnis atau studi Pendidikan ke luar negeri, kami juga tentunya membantu anda terkait legalisir ijazah untuk keperluan Pendidikan anda sehingga anda tidak perlu ragu lagi untuk menggunakan jasa legalisasi segala jenis dokumen kepada kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *