Teknologi Canggih Luar Negeri yang Nggak Ada di Indonesia

Teknologi Canggih Luar Negeri yang Nggak Ada di Indonesia

Teknologi Canggih Luar Negeri yang Nggak Ada di Indonesia

Kemajuan teknologi menghasilkan banyak perubahan. Apalagi teknologi di luar negeri, tentu banyak yang membuatmu melongo dan iri berharap Indonesia juga punya hal yang sama. Seluruh hal aneh yang sebelumnya tidak pernah kamu bayangkan ada, bisa saja kamu temukan sekarang ini. Soal penggunaannya di Indonesia, entah karena masih lambat untuk bisa sampai dan digunakan di sini, atau karena memang teknologi tersebut hanya dapat digunakan di luar Indonesia. Intip teknologi canggih luar negeri yang belum ada di Indonesia!

 

Penerapan Barcode Pendidikan

Buat kamu yang masih sekolah atau kuliah, pasti sangat berharap teknologi canggih satu ini untuk diterapkan di Indonesia.

QRcode merupakan singkatan dari Quick Response code, Permata kali digunakan di industri otomotif untuk melakukan tracking terhadap komponen kendaraan. Saat ini, penggunaan Bar Code dua dimensi ini sudah sangat luas, namun umumnya dipakai untuk mengkodekan alamat website, nomor contact, alamat email, nomor telepon atau sekedar teks biasa.

Saat ini penggunaan QR Code mulai digunakan di beberapa institusi meskipun masih terus berkembang seperti Hongkong Institute of Education, Bath University). Tidak hanya dalam pembelajaran, aplikasi QR Code juga telah dimanfaatkan juga baik secara personal maupun secara administrasi seperti sistem pengamanan  dan lainnya. Dengan adanya alat ini, kamu jadi tidak perlu ribet menulis materi yang diberikan oleh dosen atau guru. Dengan barcode, kamu sudah bisa mendapat catatan mata kuliah atau mata pelajaran. Bahkan kamu juga bisa langsung mengisi absensi dengan teknologi ini loh.

 

Hubungi tim marketing kami di sini.

 

Teknologi Pembersih Pegangan Eskalator

Pegangan eskalator yang sering ditemui tentu memiliki banyak kuman berbahaya jika masuk ke tubuh. Untuk menghindari penyakit, biasanya Anda perlu mencuci tangan sesaat setelah memegang eskalator. Nah, teknologi satu ini bisa membersihkan pegangan eskalator dengan sendirinya.

We Clean, demikian perangkat itu disebut dikembangkan oleh perusahaan Korea Selatan, Swit. Seperangkat We Clean harganya berkisar $ 9.800 dan mampu membersihkan pegangan tangan menggunakan proses tiga langkah. Pegangan pertama dibersihkan dengan desinfektan yang mengandung 1,5 persen hidrogen peroksida, kemudian dibersihkan dengan rol bebas serat menghilangkan kotoran dan sisa minyak. Proses ini akhirnya selesai dengan sterilisasi di bawah lampu LED UV.

 

Drone Delivery Otomatis (Amazon Prime Air)

Amazon Prime Air adalah sistem pengiriman yang dikembangkan oleh Amazon yang dirancang untuk mengirimkan paket dengan aman kepada pelanggan menggunakan kendaraan udara tak berawak (alias drone).

Dengan sistem ini, pelanggan dapat memilih dari pilihan barang-barang di gudang Amazon di dekat rumah mereka dan hanya beberapa saat setelah mereka memesan, sebuah pesawat tak berawak Amazon terbang melalui trek otomatis, menuju ke tujuannya (lokasi penerima paket) dengan sendirinya.

Terbang dengan ketinggian sekitar 121 meter, mampu membawa paket hingga 2,3 kilogram, dipandu oleh GPS dan menggunakan apa yang disebut teknologi “‘sense-and-avoid,” drone ini mengirimkan paket dalam waktu kurang dari 30 menit. Amazon mengirimkan paket melalui udara untuk pertama kalinya pada Desember 2016, di Cambridge, Inggris. Mereka pun berencana untuk memperluas uji coba mereka secara lebih luas.

Gagang Pintu dengan Pembersih Kuman

Sama halnya dengan eskalator, gagang pintu juga biasanya memiliki banyak kuman. Sangat membantu jika gagang pintu didesain dengan liquid pembersih tangan pada sisinya. Inovasi ini dikeluarkan oleh Cleanmotion, sebuah perusahaan asal Swiss yang membuat gagang pintu memanfaatkan teknologi.

Dikutip dari laman website resminya, yakni cleanmotion.ch. Latar dibuatnya gagang pintu memanfaatkan teknologi canggih ini, juga melihat data yang himpun. Di mana sekitar 80% penularan penyakit disebabkan oleh kontak tangan. Selain itu, data lainnya menyebutkan 95% orang tidak mencuci tangan dengan benar setelah keluar dari sanitarian.

Gagang pintu dengan alat pembersih kuman tersebut, dibuat memang untuk meningkatkan standar kebersihan pada tempat – tempat dengan aktivitas tinggi serta demi menjaga kesehatan orang – orang di sekitarnya melalui gagang pintu berteknologi tersebut.

 

Kereta Maglev (Magnetic Levitation)

Maglev merupakan singkatan dari Magnetically Levitated trains yang dapat diterjemahkan secara bebas yakni kereta api yang mengambang secara magnetis, atau sering disebut juga kereta api magnet.

Seperti namanya, prinsip dari kereta api ini merupakan pemanfaatan gaya ambil magnetik pada relnya. Sehingga magnetik terangkat sedikit ke atas, kesudahan gaya dorong diproduksi oleh motor induksi. Kereta ini mampu melaju dengan kecepatan hingga 650 km/jam (404 mpj( jauh bertambah cepat dari kereta biasa.  

Beberapa negara yang telah mempergunakan kereta api jenis ini yakni, Jepang, Perancis, Amerika dan Jerman. Dikarenakan mahalnya pembuatan rel tersebut, di dunia pada tahun 2005 silam hanya ada dua jalur Maglev yang dibuka secara umum, di Shanghai dan Kota Toyota.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *